3 Cara Mengelola Arus Kas Yang Baik dan Benar

gambar 3 cara mengelola arus kas yang baik dan benar beecloud

Ada pepatah mengatakan “uang tunai adalah nyawa perusahaan”. Jika memang demikian, maka arus kas adalah darah yang membuat jantung bekerja. Arus kas adalah salah satu komponen penting yang menentukan sukses dan tidaknya sebuah  bisnis kecil dan menengah.

Philip Campbell seorang CPA dan mantan chief financial officer, Di beberapa perusahaan dan penulis Never Run Out of Cash (Grow & Succeed Publishing 2004).  Mengatakan jika “Manajemen arus kas yang buruk menyebabkan lebih banyak kegagalan bisnis saat ini daripada sebelumnya.”

Tanpa uang tunai, laba atau keuntungan tidak ada artinya. Mengapa begitu? Pada kenyataanya banyak bisnis yang menguntungkan atau memiliki laba besar hanya di atas kertas dan berakhir pada kebangkrutan.

Ini dikarenakan jumlah uang yang masuk tidak ada bedanya dengan uang yang dikeluarkan. Atau bahkan lebih kecil. Seperti peribahasa lebih besar pasak dari pada tiang.

Uang tunai ibarat bahan bakar yang membuat mesin tetap menyala. Dan kebanyakan pemilik bisnis tidak benar-benar memiliki pegangan pada arus kas mereka, semoga Anda bukan termasuk yang ini ya hehehe.

Dan arus kas sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu ;

  • Arus kas positif

Hal ini terjadi ketika uang tunai yang masuk di bisnis Anda mulai dari penjualan, piutang, dan lain-lain lebih besar dari jumlah uang tunai yang Anda keluarkan sebagai pembayaran hutang, biaya bulanan, gaji, dll.

  • Arus kas negative

Ini terjadi pada saat arus kas yang keluar jauh lebih besar daripada uang masuk. Ini tentunya akan menimbulkan masalah bagi pebisnis, namun ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki situasi ini .

Untuk dapat mencapai arus kas positif tidak datang secara kebetulan. Anda harus membuat laporan setiap transaksi yang ada dan kemudian menganalisa dan mengelola arus kas Anda untuk lebih efektif.

Saya ada beberapa tips bagaiamana cara Anda untuk meningkatkan arus kas bisnis Anda;

1. Mengumpulkan Piutang

Buatlah jadwal penagihan dan hindari customer-customer lewat jatuh tempo, jika perlu berikan denda bagi customer yang telat membayar, ini untuk menghindari customer telat membayar. Ini juga sudah diterapkan oleh perusahaan seperti bank dan pembiayaan.  

2. Memperketat Persyaratan Kredit

Saya tahu tidak mungkin bagi Anda untuk menghindari penjualan dengan sistem kredit kecuali minimarket hehehe. Oleh karena itu Anda harus melakukan penelitian terlebih dahulu kepada calon pelanggan untuk menghindari risiko kredit macet.

Bisakah mereka membayar tagihan mereka tepat waktu? Apakah bisnis mereka berkembang atau goyah? Apakah mereka memiliki masalah arus kas?  

3. Meningkatkan Penjualan

Jika Anda membutuhkan banyak uang, tidak ada cara lain selain Anda  mencoba menarik pelanggan baru  ataupun pelanggan lama untuk membeli barang atau jasa dan Anda. 

Saya tahu ini hal yang mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Akuisisi pelanggan baru sangat penting untuk bisnis yang berkembang, namun butuh waktu dan uang untuk mengubah prospek menjadi penjualan.

Berikanlah diskon harga kepada pelanggan Anda ketika membeli dengan tunai. Ini akan membantu meningkatkan arus kas bisnis Anda. Meski saya tahu ini akan mempengaruhi margin Anda. Namun apalah artinya margin besar jika hanya diatas kertas saja.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan bisnis Anda saat ini.

Campbell mengatakan ada 2 pertanyaan yang harus Anda jawab.

  1. Berapakah saldo uang saya sekarang?
  2. Apa yang saya harapkan dari saldo kas saya enam bulan dari sekarang?

“Jika Anda tidak bisa menjawab dua pertanyaan ini, maka Anda dalam kondisi berbahaya “Anda seperti sedang dalam perjalanan roller coaster yang sangat menakutkan yang mungkin saja akan berakibat buruk.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa share ya jika bermanfaat. Kalau yang mau bertanya atau menambahi boleh juga lho. Ketik aja langsung di koment. Salam Let’s #beefree.

Sebarkan manfaatnya :