3 Hal Penyebab Perusahaan yang Bangkrut/Gulung Tikar (Part. 01)

daftar penyebab perusahaan yang bangkrut 2016

Apakah Anda pemilik usaha Retail atau Distributor? Atau mungkin Anda pemilik usaha yang berhubungan dengan stock barang setiap harinya? Tidak dapat dipungkiri 3 penyebab para pengusaha bangkrut adalah masalah Stock, Piutang dan Tim. Pasti Anda setuju dong?

Seperti yang dialami oleh salah satu toko langganan Saya sejak kecil yang merupakan salah satu toko terbesar di Surabaya. Padahal Toko ini sudah berdiri selama 10 tahun, lalu berangsur-angsur mengalami penurunan dan pada akhirnya Toko itu ditutup (kalimat kasarnya itu bangkrut).

Setelah Saya mengobrol dengan teman lama yang kebetulan pernah bekerja disana. Hal tersebut terjadi setelah Ko Asiong meninggal. Jadi otomatis manajemen berpindah ke istrinya yang notabene adalah ibu rumah tangga. Semenjak itulah toko tersebut mulai kemunduran. Barang di toko dan gudang habis, tapi uang cash-nya tidak ada.

Stock barang dan tempat penyimpanan gudang merupakan poin pertama yang sering menjadi penyebab pebisnis pusing mengelolahnya. Banyak pebisnis merelakan begitu saja stocknya selama masih untung dan bisnis mereka bisa jalan.

Tunggu dulu, Apa Anda juga termasuk yang seperti itu?

Jangan sampai lah, Anda tidak akan bisa mengembangkan bisnis Anda bila menggunakan cara itu. Sing penting iso untung (Yang penting bisa untung). Coba kita analisa bersama. Kenapa dan bagaimana Anda susah untuk melakukan Stock Opname. Kiat-kiat apa yang dilakukan distributor skala besar untuk menjalankan bisnisnya.

Usut punya usut ternyata benar mereka melakukan system managem stock yang baik. Hal yang mereka lakukan meliputi:

1. Melakukan Penataan Stock yang Rapi dan Memudahkan Untuk Dihitung

Ini sangat penting bila Anda memilik Stock berupa galon, kardus dan bentuk-bentuk lain berukuran besar. Anda dapat mengakalinya dengan cara memberikan skat-skat jelas untuk posisi letak dan jumlah yang didapatkan disetiap posisi tersebut.daftar penyebab perusahaan yang bangkrut thumbnail

2. Bukti Barang Masuk

Catatan ini berisi informasi tentang supplier mana barang berasal, harga awal dan kategori lainnya, yang dimilliki suatu barang dan dapat digunakan untuk mencocokkan data pembukuan dengan barang yang ada di gudang.

3. Bukti Barang Keluar

Bukti catatan barang keluar adalah catatan yang berisi informasi tentang tanggal, jumlah, harga dan kemana barang persediaan tersebut berpindah tangan alias dijual.

4. Memiliki Kartu Barang / Kartu Persediaan

Dokumen ini memberikan informasi spesifik terkait pergerakan suatu barang sejenis. Dokumen ini diperlukan pada saat karyawan ingin melihat aktifitas suatu barang dengan mudah karena khusus menyediakan informasi tentang suatu barang tertentu.

5. Bukti Keluar Masuk Barang

Dewasa ini teknologi sudah banyak tersedia berbagai macam aplikasi (software) komputer untuk menunjang kemudahan dalam pencatatan, penyimpanan dan penghitungan transaksi akuntansi pada perusahaan.

6. Kartu Count Tag

Dokumen ini merupakan dokumen yang digunakan pada saat terjadi pelaksanaan stock opname. Kartu ini akan menyediakan informasi tentang nama barang, tipe barang, lokasi barang dan lokasi kosong untuk jumlah, jenis kemasan satuan, tanda tangan orang gudang, non gudang dan auditor.

Ternyata cukup detail juga yang perlu Anda benahi untuk usaha Anda. Atau Anda telah melakukannya?

Untuk 2 Hal Fatal lainnya akan coba Saya jelaskan lebih lengkap di artikel selanjutnya. Silahkan dishare jika Anda merasa terbantu, ingin menyimpan dan menyebarkan artikel ini ke rekan Anda. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :