7 Tips Menentukan Profit Margin Perusahaan Elektronik

Salah satu tujuan Anda membuat bisnis pasti berharap akan keuntungan yang besar bukan? Ya, tentu saja keuntungan atau profit margin merupakan hal yang pertama kali dipikirkan oleh pemilik bisnis sebelum merencanakan bisnisnya.

Ketika ada peluang dengan untung besar, Anda akan langsung mencobanya. Memang betul keuntungan adalah tujuan, namun tentu saja hal ini tidak berlaku mutlak. Keuntungan besar akan membawa pada kehancuran jika Anda tidak  berhati-hati dalam menentukan profit margin dari usaha yang Ada lakoni.

Jika Anda saat ini sedang menggeluti usaha di bidang elektronik, tentu stretegi penentuan profitnya akan berbeda dengan usaha di bidang properti. Karena tentu saja tiap-tiap jenis usaha membutuhkan strategi atau tips yang berbeda supaya mampu menghasilkan keuntungan yang tinggi namun tepat sasaran.

Tepat sasaran disini maksudnya adalah tidak terlalu tinggi, namun juga tidak terlalu rendah. Profit yang terlalu tinggi berpotensi membuat perusahaan Anda mati karena kalah saing dengan perusahaan lainnya, sedangkan profit yang terlalu rendah membuat arus kas perusahaan Anda mandeg dan kemungkinan untuk berhutang dan gulung tikar lebih besar.

Lalu bagiamana tips yang tepat untuk menentukan profit margin dari perusahaan elektronik? Simak ulasannya di bawah ini.

1.Lihat kebutuhan pasar

Cara pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek kebutuhan pasar. Apakah barang elektronik yang Anda jual dibutuhkan oleh pasar atau tidak. Jika sangat dibutuhkan oleh pasar, cermati terlebih dahulu seberapa besar daya saing dari produk tersebut.

Ketika produknya langka dan pasar membutuhkan, profit tinggi yang Anda pasang tentu tak ada masalah. Tapi akan lain ceritanya jika produk elektronik Anda sudah banyak dijual di pasaran meskipun banyak yang membutuhkan, tentu profit yang terlalu tinggi berpotensi membuat usaha Anda tidak laku di pasaran.

2.Cermati Keinginan Konsumen

Anda juga perlu mencermati keinginan konsumen. Survey sangat diperlukan dalam hal ini atas setiap produk yang Anda jual. Daya terima konsumen dari tiap produk elektronik tentu berbeda-beda, dan inilah yang perlu Anda cermati.

Ada tipe konsumen yang meras perlu membeli produk elektronik tertentu, namun ada tipe konsumen lain yang tidak membutuhkannya. Jadi Anda perlu mengukur seberapa besar produk tersebut diteriuma dan diinginkan oleh konsumen, baru kemdian Anda bisa menentukan profit margin yang ingin Anda peroleh.

3.Cek Perusahaan Sebelah

Jangan lupa untuk selalu mengecek toko atau perusahaan sebelah yang menjual produk yang sama atau setipe dengan Anda. Ambil beberapa sampel produk lalu bandingkan harga serta spesifikasinya.

Hal ini penting karena konsumen pun akan melakukan hal yang sama, yaitu cek sana sini untuk mendapatkan produk dengan spek tinggi namun harga murah. Jika produk Anda serupa dengan perusahaan lain dengan profit yang lebih tinggi, tentu konsumen akan mudah meninggalkan Anda dan berpaling ke perusahaan sebelah.

4.Perkembangan Teknologi

Karena berada di ranah elektronik, tentu Anda juga harus mempertimbangkan perkembangan teknologi yang ada. Perubahan teknologi yang cepat mempengaruhi produk elektronik yang Anda jual.

Anda tidak mungkin menjual unit yang kadaluwarsa dan tidak sesuai dengan jaman bukan? Maka menunggu penjualan yang terlalu lama dengan harapan profit yang besar akan membuat perusahaan Anda mati. Namun profit yang berada di tengah-tengah namun produk cepat terjual, akan membuat Anda tak perlu kejar-kejaran dengan teknologi.

5.Tren

Selain teknologi, produk elektronik juga dipenagruhi oleh tren. Ketika muncul tren produk baru, tentu produk lama akan mudah ditinggalkan. Jadi untuk produk tertentu yang sangat dipengaruhi olehh tren, lebih baik foksukan pada penjualannya saja. Jangan sampai profit terlalu tinggi malah membuat produk Anda mubazir lantaran sudah ketinggalan tren.

6.Prioritas

Anda juga perlu membuat priorotas dalam tiap produk yang Anda jual. Mana sekiranya yang lebih Anda priorotaskan? Apakah kualitas? Atau justru kuantitas produk?

Ketika kualitas menurut Anda yang lebih penting, tak masalah untuk mengambil profit margin yang besar. Hal ini karena Anda yakin produk yang Anda jual memiliki kualitas tinggi sehingga berapapun harganya akan tetap diburu oleh konsumen.

Namun jika Anda memilih kuantitas, tentu saja Anda tak perlu memasang harga dengan profit yang terlalu tinggi. Bagi Anda banyaknya produk yang keluar lebih penting ketimbang menunggu closing yang lama namun dengan keuntungan yang tinggi.

7.Manfaat

Terakhir, Anda juga perlu mempertimbangkan manfaat dari produk yang Anda jual. Manfaat apa yang akan diperoleh konsumen saat memilih produk Anda ketimbang produk perusahaan lain.

Misalnya Anda menawarkan garansi yang lebih lama dibanding produk kompetitor atau berbagai bonus yang akan diterima oleh konsumen jika membeli produk Anda. Hal ini juga berpengaruh terhadap penentuan profit margin dari produk yang Anda jual.

So, pikirkan dengan cermat dan penuh pertimbangan ya. Jangan sampai profit margin yang Anda kejar malah menghancurkan bisnis Anda lantaran Anda kurang berhati-hati.

Sekian Artikel dari saya semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare di akun sosial media Anda ya agar teman Anda juga mendapatkan maanfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki lho. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan koment dibawah. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :