Apa saat ini Anda merasa sedang krisis keuangan? Pelajari ini untuk membangun Bisnis lagi

Bangkrut atau gulung tingkar merupakan hal yang sangat ditakuti oleh semua pebisnis. Ditahun 2017 dan 2018 sebagai pelaku bisnis Anda perlu waspada terhadap segala aspek yang dapat menjadi pemicu ketidakstabilan bisnis Anda. Salah satunya, siklus krisis keuangan 10 tahunan pada tahun 1997-1998 menimpa negara Asia. Kemudian pada 2008 krisis keuangan global yang berawal dari Amerika berpengaruh pada perekonomian seluruh dunia.

Di setiap siklus krisis ini, pasti ditandai dengan banyaknya perusahaan dari kecil hingga besar tergiling dengan perubahaan jaman. Bangkrut yang disebabkan oleh terlilit hutang, stock yang tidak terdistribusikan dengan maksimal dan harga pokok produksi tidak mampu memberikan untung yang dibutuhkan. Hal ini selalu membuat pebisnis harus menguras otak untuk mencegah situasi menjadi lebih buruk lagi.

Dalam bisnis, risiko bangkrut sama besarnya dengan risiko sukses. Dan untuk menjadi sukses, kadang kegagalan harus dilalui dulu supaya kita bisa mengambil pelajaran. Buktinya ada banyak pebisnis kelas dunia yang pernah gagal sebelum sesukses sekarang. Tapi karena memiliki mental jempolan, mereka bisa bangkit dan memulai kembali bisnisnya. Belajar dari cara mereka bangkit dari bangkrut keuangan, hal apa saja yang perlu anda lakukan :

  1. Melihat Keadaan Politik dan Perekonomian Dunia
    Mungkin sebagian dari Anda kurang peduli dengan perekonomian dunia. Tapi ternyata ini sangat berpengaruhi oleh daya beli customer Anda. Beberapa perusahaan besar memiliki tim khusus untuk menganalisa pengaruh politik, perekonomin, kompetitor tersebut. Saat ini usia krisis yang semakin pendek, maka efek terhadap instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan reksa dana terkadang juga sulit untuk diperkirakan. Bisa saja negatif, namun berbalik arah dengan sangat cepat sebagaimana yang kita alami dalam beberapa tahun belakangan ini. Bagi Anda yang memiliki perekonomian stabil, pintar-pintar lah mengambil kesempatan untuk menyoba peluang investasi.
  2. Mencari tahu penyebab kegagalan
    Hal pertama yang harus Anda lakukan setelah bisnis bangkrut adalah mengevaluasi kesalahan. Apa yang membuat bisnis Anda jatuh? Apakah karena salah strategi pemasaran? Atau karena salah mengelola modal? Jadikan kesalahan-kesalahan tersebut sebagai pelajaran untuk bangkit. Kalau ternyata kegagalan terjadi karena Anda tidak menguasai bidang tersebut, jangan ragu untuk mempekerjakan orang yang lebih berkompeten di lain kesempatan.
  3. Memperbaiki sistem keuangan
    Ada banyak bisnis gagal yang disebabkan karena tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Cash flow menjadi biang keladi yang tidak disadari. Riset Top Coach Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata 8 dari 10 pebisnis cenderung hanya memperhatikan profit ketimbang cash flow. Kemudian CB Insights, sebuah lembaga di Amerika mengungkap bahwa kehabisan uang menempati urutan ke-2 dari 20 alasan utama mengapa bisnis gagal. Sebelum memulai kembali bisnis Anda jangan ragu untuk lebih banyak belajar bahkan ikut seminar atau pelatihan untuk mempelajari keuangan perusahaan. Alangka lebih baik lagi Anda perlu mengontrol keuangan bisnis Anda dengan pencatatan yang jelas. Dibantu dengan aplikasi keuangan dapat menjadikan Anda lebih peduli terhadap
  4. Melakukan konsolidasi utang
    Hal ini harus dilakukan jika modal bisnis berasal dari pinjaman bank maupun pihak lain. Konsolidasi merupakan proses. Misalnya utang Anda sebesar sebesar Rp 150 juta, tetapi Anda hanya memiliki Rp 120 juta. Dengan konsolidasi utang, Anda bisa melunasi utang tersebut sejumlah uang yang dimiliki.
  5. Mulai lagi dari bisnis sederhana
    Gagal bukan berarti berhenti. Apalagi bagi Anda yang memang mempunyai passion di bidang bisnis dan sama sekali tidak terpikir bekerja untuk orang lain. Jika Anda hanya memiliki sumber penghasilan dari bisnis, mulailah lagi dengan bisnis sederhana dengan modal kecil. Misalnya dengan menjadi reseller bisnis online. Siapa tahu dari yang kecil ini bisa berkembang dari besar.
  6.  Mendaftar asuransi
    Jangan mau terjebak ke lubang yang sama dua kali. Misalnya kalau bisnis Anda bangkrut karena tertimpa musibah seperti kebakaran sehingga menderita kerugian materi yang besar, berarti Anda harus memiliki asuransi properti untuk melindungi tempat usaha, dan kesehatan. Mungkin kita tidak akan pernah tahu kapan musibah datang, tapi jika dicegah saat masih sanggup mencegahnya.

Dari ke-enam cara tersebut dapat Anda coba dan elaborasi dengan pengalaman Anda dan orang sukses lainnya. Tetaplah belajar untuk mengembangkan kemampuan Anda dalam menjalankan bisnis. Let’s #beefree

 

 

Sebarkan manfaatnya :