Apa sih Bedanya Omset dengan Profit?

Omset dan profit merupakan dua istilah yang sering ditemukan dalam kegiatan akuntansi. Keduanya memang tampak mirip dan terhubung satu sama lain, tetapi sebenarnya berbeda. Profit dihitung dengan cara mengurangi uang sejumlah pengeluaran atau modal dari total keuntungan, dan keuntungan sendiri sebagian tersusun dari omset.

Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan yang tepat dari keduanya. Anda bisa membandingkan kesamaan dan perbedaan antara keduanya.

Omset

Omset adalah total pendapatan yang didapatkan oleh sebuah badan usaha untuk barang atau jasa yang dipasarkan. Omset menghitung berapa banyak barang atau jasa sebuah perusahaan yang terjual dalam jangka waktu satu minggu, satu bulan, 3 bulan, bahkan 6 bulan. Menentukan omset suatu perusahaan akan membantu memanajemen tingkat produksi dan memastikan produk yang sudah jadi tidak teronggok di gudang dalam waktu yang terlalu lama.

Jenis barang atau jasa apa yang termasuk omset sangat tergantung pada jenis bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya untuk bisnis retail, omset adalah hasil penjualan semua barang yang dijual. Untuk perusahaan jasa, yang termasuk omset adalah jumlah uang timbal balik dari jasa yang dinikmati oleh klien atau konsumen.

Omset ini akan mencakup total pemasukan dari penjualan, juga termasuk yang bukan merupakan aktivitas utama dalam operasi perusahaan. Contohnya, sebuah perusahaan yang menjual laptop dan komputer akan mencatat omset mereka sebagai jumlah total komputer yang terjual dalam satu tahun. Namun, perusahaan ini juga pasti akan mencatat pemasukan yang didapatkan dari dukungan pelanggan, pemeliharaan, dan layanan purna jual.

Profit

Profit didapatkan sebuah perusahaan saat perusahaan tersebut mendapat pemasukan yang lebih banyak dari pengeluaran. Istilah profit ini tidak boleh disamaartikan dengan surplus, karena profit merupakan tujuan suatu perusahaan, sedangkan adanya surplus seringkali tidak direncanakan. Profit yang diperoleh suatu perusahaan dihitung dengan cara mengurangi semua pengeluaran dengan biaya operasional, biaya sewa, pengeluaran gaji, harga bahan baku, harga peralatan baru, pajak, dan lain-lain dari total pendapatan.

Profit sangat penting bagi sebuah perusahaan karena pemilik bisnis akan sangat terpengaruh dengan jumlah pengeluaran dan adanya risiko dalam menjalankan sebuah perusahaan. Profit juga penting karena jumlahnya bisa menjadi gambaran seberapa sukses suatu bisnis, juga bisa menarik pendanaan dari luar. Bahkan, profit juga bisa diinvestasikan lagi dalam lingkup bisnis tersebut untuk mengembangkannya.

Lalu, Apa Perbedaan Omset dan Profit?

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa omset adalah jumlah bersih penjualan yang didapatkan oleh suatu perusahaan, sedangkan profit adalah sisa pendapatan setelah jumlah penjualan bersih dikurangi dengan hasil penjualan bersih. Jadi, omset dan profit bisa dibilang merupakan titik awal dan akhir dari pendapatan suatu perusahaan.

Ada beberapa variasi dari istilah yang biasa Anda pakai. Omset juga bisa diartikan sebagai aset atau liabilitas yang digunakan sebuah bisnis dibandingkan dengan jumlah penjualan yang dihasilkan. Contohnya, bisnis yang mempunyai omset inventaris sebanyak empat barang harus menjual semuanya per tahun untuk mendapatkan keuntungan. Informasi ini akan sangat berguna untuk mengatur aset dan liabilitas suatu perusahaan. Jika suatu perusahaan bisa meningkatkan omset, tentu saja akan ada profit yang lebih besar karena biaya operasional tidak terlalu tinggi dibandingkan pengeluaran.

Ada suatu hal yang perlu Anda ketahui saat membicarakan tentang akuntansi. Istilah profit bisa saja mengacu pada hitungan kotor maupun hitungan bersih. Jika dipakai dalam konteks hitungan kotor, profit tidak mencakup penjualan dan biaya administrasi sehingga tidak seakurat profit bersih. Namun jika kedua hal ini diperhitungkan secara bersamaan, perusahaan bisa semakin untung karena semakin menekan biaya produksi.

Sebarkan manfaatnya :