Apa yang Dimaksud Usaha Ritel?

Ritel merupakan semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Namun sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di yang ada di toko. Tetapi ritel  juga dapat melibatkan pelayanan jasa layanan antar ke rumah-rumah. Jadi tidak semua ritel dilakukan ditoko.

Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis ritel adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen. Bertujuan untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Produsen menjual produk-produknya kepada konsumen akhir atau pribadi maupun Ritel besar (wholesaler). Retail besar ini juga sering disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar karena penjualan dengan skala besar dalam segmen pemasaran ritel. Secara garis besar dunia retail dibagi 4 bagian yaitu, peran dan fungsi retail, strategi retail, merchandising management dan store managemen. 

    Ada proses – proses yang dilakukan oleh beberapa badan usaha sebelum barang tersebut sampai kepada konsumen aktifitas ini dinamakan supply chain. Badan usaha tersebut yaitu Produsen/pabrik-Distributor/suplier-Retailer-Konsumen. Secara teknis alurnya berjalan secara vertical, namun seiring dengan perkembangan zaman sistem ini mengalami pembaharuan yang lebih modern.

Peran Usaha Ritel 

Usaha ritel memberikan kebutuhan ekonomis bagi pelanggan melalui 5 cara:

  1. Memberikan suplai/pasokan barang dan jasa pada saat dan ketika dibutuhkan konsumen/pelanggan dengan sedikit atau tanpa penundaan. 
  2. Memudahkan konsumen/pelanggan dalam memilih atau membandingkan bentuk, kualitas dan barang serta jasa yang ditawarkan. 
  3. Menjaga harga jual tetap rendah agar mampu bersaing dalam memuaskan pelanggan
  4. Membantu meningkatkan standar hidup masyarakat 
  5. Adanya usaha ritel juga memungkinkan dilakukannya produksi besar-besaran (produksi massal).

 Fungsi Usaha Ritel

  1. Melakukan kegiatan usahanya di lokasi yang nyaman dan mudah diakses pelanggan 
  2. Memberikan beragam produk sehingga memungkinkan pelanggan bisa memilih produk yang diinginkan 
  3. Membagi jumlah produk yang besar sehingga dapat dijual dalam kemasan/ukuran yang kecil
  4. Mengubah produk menjadi bentuk yang lebih menarik.
  5. Menyimpan produk agar tetap tersedia pada harga yang relatif tetap
  6. Membantu terjadinya perubahan (perpindahan) kepemilikan barang dari produsen ke konsumen 
  7. Mengakibatkan perpindahan barang melalui sistem distribusi
  8. Memberikan informasi, tidak hanya ke pelanggan, tapi juga ke pemasok
  9. Memberikan jaminan produk layanan purna jual, dan turut menangani keluhan pelanggan
  10. Memberikan fasilitas kredit dan sewa.

Jenis Usaha Ritel Berdasarkan Tipe Kepemilikannya

Usaha ritel bila berdasarkan pada tipe kepemilikannya terbagi menjadi 3 jenis, antara lain:

a. Independent Retail Firm: Ritel jenis ini dioperasikan oleh retailer secara independent dan tanpa penggabungan (afiliasi). Contohnya: warung atau kios barang kelontong yang dimiliki dan dioperasikan secara individu.

b. Waralaba (Franchising): Ritel jenis ini dioperasikan oleh retailer yang kepemilikannya terdapat pada perusahaan induk (franchisor) yang bekerjasama dengan retailer terkait penggunaan merek dagang, standar kualitas, sampai kemasan produk, maupun strategi dalam usahanya. Contoh dari jenis ritel ini antara lain Pizza Hut, Mc Donald, KFC, Tela-tela, dan sebagainya.

c. Coorporate Chain: Ritel jenis ini memiliki kelompok usaha yang terdiri dari satu atau lebih jenis usaha yang salng berkaitan dalam satu manajemen. Contoh: Matahari, Ramayana, Hero, Trans Corp, dan sebagainya.

 

Jenis Usaha Ritel Berdasarkan Ukuran Outlet

Bila melihat jenis-jenis ritel berdasarkan ukuran outletnya, maka yang menjadi acuan adalah Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan toko modern, dengan ketentuan sebagai berikut:
– Minimarket: berukuran kurang dari 400 meter persegi.
– Supermarket dan Departement Store: berukuran 400 sampai dengan 5000 meter persegi.
– Hypermarket dan Perkulakan (grosir): berukuran lebih dari 5000 meter persegi.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share disosial media Anda agar Anda mendapatkan manfaatnya. Karena sebaik –baik nya ilmu adalah berbagi.
Salam Let’s #beefree

 

Sebarkan manfaatnya :