Apakah Tanah Sebagai Aktiva Tetap Dapat Didepresiasikan?

Tanah merupakan salah satu jenis aktiva tetap yang unik lantaran berbeda dengan aktiva tetap lainnya. Jika aktiva tetap lainnya dapat didepresiasikan atau disusutkan, aktiva tetap berupa tanah ini tidak. Justru pada tanah ini nilainya akan selalu meningkat seiring dengan perkembangan pasar.

Definisi Tanah

Dalam dunia akuntansi, tanah merupakan aktiva tetap berwujud yang diperoleh dalam kondisi siap pakai atau bisa juga disempurnakan terlebih dahulu sampai siap pakai untuk operasional perusahaan dimana tanah tersebut memiliki nilai ekonomi lebih daru satu tahun, serta tidak diperjualbelikan dalam jalannya kegiatan perusahaan.

Nilai wajar sebuah tanah dalam akuntansi dilihat dari harga pasar bebas obyektif pada tanggal transaksi perolehan atau berdasarkan pada penilaian profesional yang sekiranya dapat diterima secara umum.

Tanah Sebagai Aktiva Tetap Dalam Akuntansi

Tanah sebagai aktiva tetap dalam akuntansi dinilai berdasarlan harga perolehan. Harga perolehan tanah merupakan seluruh biaya yang diperlukan untuk memperoleh tanah tersebut hingga tanah siap untuk digunakan dalam operasional sebuah perusahaan.

Biaya perolehan tanah meliputi hal-hal di bawah ini:

  1. Harga transaksi pembelian tanah, yang meliputih harga tanaman, harga bangunan diatasnya, prasarana, dan lain sebagainya.
  2. Biaya konstruksi, jika tanah diciptakan terlebih dahulu.
  3. Biaya relokasi atau ganti rugi.
  4. Biaya pembelian tanahn lain jika digunakan sebagai pengganti.
  5. Biaya komisi jual beli tanah.
  6. Biaya pinjaman.
  7. Biaya pematangan tanah, hal ini bila ada.

Sedangkan beban tanggungan untuk pengurusan hukum hal atas tanah adalah sebagai berikut:

  1. Biaya legal audit dan pemeriksaaan keaslian sertifikat tanah.
  2. Biaya pengukuran, pematokan, dan pemetaan ulang.
  3. Biaya notaris dan PPAT.
  4. Biaya jual beli tanah yang masih berkaitan.
  5. Biaya perolehan resmi yang harus dibayarkan kepada negara.

Penyusutan Atau Depresiasi Tanah Sebagai Aktiviat Tetap

Pada umumnya, tanah dalam akuntansi tidak dapat disusutkan atau didepresiasikan, namun dalam kondisi tertentu, tanah dapat didepresiasikan. Berikut ini adalah kondisi-kondisi khusus yang memperbolehkan aktiva tanah untuk disusutkan:

  1. Ketika kualitas tanah tidak lagi layak untuk digunakan dalam operasional perusahaan.
  2. Sifat operasi utama meninggalkan tanah dan bangunan saat proyek selesai, contohnya tanah di kawasan terpencil disusutkan sesuai dengan lamanya proyek berjalan.
  3. Kepastian maupun perkiraan bahwa perpanjangan hak atas tanah kemungkinan besar tidak diperoleh.

Jika tanah disusutkan atau didepresiasikan, tanah akan disajikan berdasarkan nilai perolehan lain sesuai dengan revaluasi tanah atau PSAK ihwal penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan.

Namun secara normal, tanah tidak mengalami penyusutan. Justru malah mengalami peningkatan lantaran nilainya yang bertambah mengikuti perkembangan pasar.

Contoh ilustrasi konkritnya seperti ini:

Pada tahun 2005 PT ABC memiliki aktiva tetap dengan harga perolehan Rp 100.000.000,  beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2010 PT ABC mengadakan revaluasi atau penilaian kembali harga perolehan aktiva tetap yang dimilikinya, hasil dari revaluasi tersebut diketahui bahwa nilai aktiva tetap tanah ialah Rp 150.000.000. Berdaskan data tersebut, bagiaman penulisan jurnalnya jika ad kenaikan tanah?

Diketahui bahwa harga perolehan tanah mula-mula ialah Rp 100.000.000 sehabis dilakukan revaluasi nilai tanah menjadi Rp 150.000.000 dengan demikian terjadi peningkatan niai tanah sebesar Rp 50.000.000, Maka jurnal yang dibentuk untuk mencatat adanya peningkatan nilai tanah tersebut adalah sebagi berikut:

Aktiva tetap tanah (apresiasi)………..     Rp 50.000.000
          Modal (apresiasi)……………                                   Rp 50.000.000
 
 Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum tanah tidak dapat disusutkan atau didepresiasikan,  justru nilai tanah akan bertambah sesuai dengan perkembangan pasar. Namun dalam kondisi tertentu seperti tanah sudah tidak layak pakai, perpanjangan hak atas tanah tidak diperoleh dan lain sebagainya, maka tanah dapat disusutkan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share disosial media Anda agar Anda mendapatkan manfaatnya. Karena sebaik–baik nya ilmu adalah berbagi.

Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :