Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Usaha Kuliner?

Anda mungkin sedang berpikir untuk memulai sebuah usaha kuliner. Namun, tentunya ada beberapa pertanyaan dan keraguan yang muncul di benak Anda, termasuk biaya yang harus dikeluarkan untuk memulai bisnis kuliner ini. Tidak ada angka pasti yang bisa diberikan untuk ini karena semuanya tergantung konsep restoran dan menu yang disajikan. Di bawah ini, Anda bisa menemukan perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha kuliner.

Beberapa di bawah ini adalah pengeluaran yang hanya satu kali saja di awal. Namun tetap saja, beberapa hal seperti peralatan dapur dan masak pada suatu saat akan membutuhkan biaya penggantian.

1. Biaya sewa lokasi

Biaya sewa lokasi tempat mendirikan usaha kuliner sangat bervariasi, tergantung seberapa strategis lokasi yang Anda pilih dan ukurannya. Jika Anda berencana membeli lokasi tersebut, paling tidak sediakan 10 persen dari harga bangunan untuk uang muka.

Sesuaikan pilihan lokasi dengan modal awal Anda, jangan memilih yang terlalu mahal karena tentunya Anda bisa mengembangkan lokasi begitu sudah sukses. Namun jangan juga “pelit” dalam hal pemilihan lokasi karena lokasi yang tidak strategis bisa berdampak buruk terhadap perkembangan bisnis dan minat konsumen.

2. Biaya perizinan

Yang termasuk biaya perizinan yaitu izin mendirikan bangunan serta izin dari departemen kesehatan. Biaya perizinan ini juga bervariasi, maka Anda harus mencari tahu izin apa saja yang dibutuhkan untuk memulai usaha kuliner Anda serta memperkirakan biayanya dari awal.

Selain itu, ada banyak dokumen yang harus dilengkapi untuk memulai sebuah bisnis. Akibatnya, Anda mungkin membutuhkan bantuan dari pengacara atau ahli hukum yang berpengalaman untuk memastikan bahwa usaha Anda taat hukum.

3. Renovasi bangunan

Seringkali, lokasi yang Anda pilih sebagai tempat dimulainya usaha kuliner penampilannya belum cukup memadai. Untuk mengubah tempat itu menjadi lebih pantas untuk dimulainya usaha kuliner, perhitungkan dari awal biaya apa saja yang Anda butuhkan.

Hindari renovasi yang tidak begitu penting karena hanya akan merugikan Anda sendiri. Di awal, renovasilah seperlunya asal tempat tersebut sudah terlihat jauh lebih baik dan layak untuk sebuah tempat usaha. Saat usaha kuliner Anda sudah berkembang, barulah lakukan renovasi ulang untuk memperindahnya. 

Baca Juga: Ide Bisnis Modal Kecil yang Cocok untuk Pengusaha Pemula

4. Perlengkapan dapur

Dalam sebuah usaha kuliner, tentunya Anda membutuhkan perlengkapan dapur. Beberapa perlengkapan dasar yang diperlukan adalah kompor, mixer, pemanggang, dan wajan. Perlu juga disediakan lemari pendingin dan tempat mencuci peralatan ygn memadai.

Cara menghindari pengeluaran terlalu banyak dalam hal ini adalah dengan cara membeli peralatan bekas. Seringkali, usaha kuliner yang baru tutup menjual perlengkapan bekas pakai untuk mengembalikan modal. Jika bisa menemukan yang keadaannya masih layak pakai, perlengkapan bekas bisa membantu Anda menghemat biaya.

5. Furnitur

Meja dan kursi yang nyaman penting untuk menjaga kesetiaan pelanggan karena akan memberikan kepuasan tersendiri. Maka, jangan ragu memilih furnitur berkualitas tinggi.

 

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada juga beberapa pengeluaran yang harus dilakukan berulang kali.

a. Gaji karyawan

Keberadaan dan kinerja karyawan sangat penting dalam bisnis Anda, maka pastikan Anda memberi tunjangan yang layak. Mungkin wajar jika bayaran belum terlalu tinggi di awal, namun seiring dengan berkembangnya restoran, tentu saja Anda harus siap untuk meningkatkan gaji karyawan (termasuk koki) untuk menjaga loyalitas mereka.

b. Bahan baku

Meskipun menggiurkan untuk membeli bahan dengan harga terendah saat memulai sebuah usaha kuliner, tetapi jangan pernah mengorbankan kualitas karena akan berpengaruh terhadap penilaian konsumen. Tekan harga sebisa mungkin, namun tetap cari bahan baku yang berkualitas tinggi.

c. Pemasaran

Untuk kesuksesan dan menarik minat lebih banyak pelanggan, dibutuhkan strategi pemasaran yang efektif. Hal ini tentunya tidak bisa didapatkan dengan gratis. Namun jika ingin menekan biaya pemasaran di awal, sangat disarankan untuk menggunakan media sosial.

 

Sebarkan manfaatnya :

See Also: