Cara Dan Contoh Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Distributor

Laporan keuangan adalah salah satu tonggak keberhasilan sebuah bisnis, tak terkecuali perusahaan distributor. Setiap pengusaha tentu membutuhkan laporan keuangan untuk mengontrol operasional perusahaannya. Dengan laporan keuangan yang akurat, akan semakin memudahkan pemilik usaha untuk membuat keputusan strategis bisnisnya.

Dalam perusahaan distributor yang profesional, Anda harus tahu cara membuat laporan keuangan secara terperinci. Tak hanya itu, Anda juga harus paham apa saja informasi yang tertera pada laporan keuangan perusahaan dagang tersebut.

Perusahaan Distributor adalah perusahaan yang menjual sebuah produk dari pemasok ke konsumen dengan atau tanpa mengubah rasa, bentuk, atau kualitas demi mencapai keuntungan dari selisih penjualan. Nah, jika Anda menjual sebuah barang, baik itu barang atau jasa, maka Anda adalah pengusaha sebuah perusahaan distibutor.

Manfaat Laporan Keuangan Bagi Bisnis Distributor

Laporan keuangan sangat berguna untuk ;

  • Melihat kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan
  • Mengetahui jumlah aset terkini
  • Mengetahui besarnya utang perusahaan
  • Mengetahui apakah perusahaan mengalami untung atau rugi
  • Menentukan kebijakan ke arah mana perusahaan akan dibawa

Cara Dan Contoh Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Distributor

1. Laporan Laba/Rugi

Laporan laba/rugi menggambarkan sumber-sumber penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam menjalankan usahanya, dan jenis-jenis beban yang harus ditanggung perusahaan. Jadi, laporan laba/rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban pada akhir periode akuntansi.

Laporan laba rugi atau perhitungan laba rugi dapat disajikan yaitu sebagai berikut.

Laba/Rugi= Total pendapatan – total beban

Penjualan Bersih                            Rp. 80.000.000,00

Harga Pokok Penjualan                  Rp. 40.000.000,00

Laba Kotor                                      Rp 20.000.000,00

Beban Usaha

Beban Penjualan                                Rp. 8.000.000,00

Beban Administrasi Dan Umum          Rp. 2.000.000,00

                                                           (Rp 10.000.000)

Laba Usaha                                         Rp. 12.000.000

Pendapatan Di Luar Usaha

Pendapatan Bunga                             Rp. 500.000,00

Laba Bersih                                         Rp. 12.500.000,00

2. Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan adanya perubahan modal yaitu dari modal awal menjadi modal akhir. Hal-hal yang perlu diperhitungkan atau yang memengaruhi dalam penyusunan laporan perubahan modal antara lain:
besarnya modal awal periode,
b. adanya laba atau rugi usaha,
c. adanya pengambilan pribadi pemilik atau prive,
d. adanya investasi tambahan dari pemilik,
e. besarnya modal akhir periode.

Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan, persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan laba ditahan (returned earning statement).

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (cash flow) biasanya dibuat demi mengetahui sejauh mana aliran uang ini seimbang dan menunjukkan hasil positif. Laporan ini terdiri dari beban perusahaan, hutang dan pengambilan prive.

Buku kas

Tgl. Keterangan Debet Kredit Saldo
01/01/2017 Saldo Kas Awal Rp5.500.000,00   Rp5.500.000,00
02/01/2017 Penjualan Tunai Rp4.000.000,00   Rp9.500.000,00

Buku Penjualan

Tgl. Keterangan Debet Kredit Saldo
02/01/2017 Penjualan Tunai Rp4.000.000,00   Rp4.000.000,00

Buku Persediaan

Tgl. Nama Barang Satuan Dibeli Dijual
02/01/2017 A Buah   30
  B Buah   50

Sedangkan laporan biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut:

Buku Kas

Tgl. Keterangan Debet Kredit Saldo
01/01/2017 Saldo Kas Awal Rp5.500.000,00   Rp5.500.000,00
02/01/2017 Penjualan Tunai Rp4.000.000,00   Rp9.500.000,00
  Biaya Listrik   Rp800.000,00  
03/01/2017 Telepon dan Internet   Rp500.000,00 Rp8.000.000,00
  Transportasi   Rp200.000,00  

Buku Biaya

Tgl. Keterangan Biaya Total
  Biaya listrik Rp800.00,00  
03/01/2017 Telepon dan internet Rp500.000,00 Rp1.500.00,00
  Transportasi Rp200.000,00  

Selanjutnya, hitunglah Harga Pokok Penjualan (HPP), yaitu seluruh biaya langsung yang dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa yang dijual.

HPP = Saldo persedian awal + pembelian barang – persedian

Laba kotor dan laba bersih dapat dihitung dengan rumus:

Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan

4. Laporan Piutang

Laporan ini berisi informasi tentang transaksi penambahan atau pengurangan piutang perusahaan serta saldo terakhir piutang di masing-masing pelanggan. Tentu saja laporan piutang bisa memudahkan Anda dalam menagih setiap piutang kepada pelanggan.

Nah, untuk memudahkan anda dalam membuat laporan keuangan perusahaan, perlu adanya mampu mencatat, menganalisa dan mengatur keuangan dan akuntansi bisnis Anda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share disosial media Anda agar Anda mendapatkan manfaatnya. Karena sebaik –baik nya ilmu adalah berbagi.

Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :