Cara Lengkap Menghitung Biaya Persediaan

Dalam ilmu ekonomi dikenal istilah biaya persediaan yang  menurut buku dari Handoko (1999: 336), menyatakan bahwa pembuatan setiap keputusan yang akan mempengaruhi besarnya (jumlah) persediaan, terdapat biaya-biaya variabel yang perlu diperhatikan. Biaya-biaya variabel tersebut meliputi:

1. Biaya penyimpanan (holding costs / carrying costs)

Biaya penyimpanan merupakan biaya yang di dalamnya terdiri dari biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Terdapat beberapa biaya yang termasuk dalam biaya penyimpanan, yaitu:

Adapun yang termasuk biaya penyimpanan adalah antara lain sebagai berikut :

  • Biaya fasilitas yang meliputi biaya pendingin ruangan, biaya penerangan ruangan, dan lain sebagainya.
  • Biaya pajak persediaan
  • Biaya asuransi persediaan
  • Biaya keamanan
  • Sewa gudang, dll.

Besarnya biaya penyimpanan ini dihitung dalam bentuk persen tertentu terhadap harga sediaan, conohnya misalnya 10% dan 20% dari harga sediaan.

2. Biaya pemesanan atau pembelian (ordering costs / procurement costs)

Biaya pemesanan merupakan biaya yang timbul pada saat pemesanan barang sediaan. Biaya pemesanan terdiri dari beberapa hal yaitu:

  • Biaya yang timbul saat proses pemesanan dan pengiriman barang
  • Biaya telpon dan komunikasi
  • Baya surat menyurat
  • Biaya packing dan penimbangan
  • Biaya ekspedisi ke gudang, dll

Untuk meminimalisir biaya pemesanan, sebaiknya perusahaan  melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Jumlah unit yang dipesan berbanding terbalik dengan frekuensi atau banyaknya pemesanan. Jika jumlah unit yang dipesan diperbesar atau diperbanyak maka frekuensi pemesanan akan berkurang. Namunjika unit yang dipesan diperkecil maka frekuensi pemesanan akan meningkat dan justru akan membuat biaya pemesanan dalam satu periode akan membengkak.

3. Biaya penyiapan pabrik (setup costs manufacturing)

Biaya ini timbul ketika perusahaan tidak mem,beli barang sediaan, melainkan memproduksi sendiri dari pabrik. Biaya penyiapan pabrik meliputi:

  • Biaya mesin
  • Biaya teaga kerja
  • Biaya penjadwalan
  • Biaya ekspedisi

4. Biaya kehabisan / kekurangan bahan (shortage costs)

Biaya kehabisan/ biaya kekurangan bahan merupakan biaya yang timbul ketika persediaan tidak mencukupi atau tidak seimbang dengan permintaan bahan. iaya kehabisan meliputi biaya-biaya sebagai berikut:
  • Biaya kehilangan pelanggan
  • Biaya kehilangan barang atau penjualan
  • Biaya pemesanan khusus
  • Biaya ekspedisi
  • Biaya operasi
  • Biaya selisih harga
  • Biaya tambahan pengeluaran

Khusus untuk biaya kehabisan, masing-masing nominalnya sulit diukur atau diprediksi karena semuanya hanya perkiraan dan tidak bisa dlihat secara obyektif.

Selain biaya variabel, terdapat juga biaya tetap yang merupakan harga dari persediaan itu sendiri. Harga dianggap sebagai biaya tetap karena pendekatan yang dipakai untuk mengukur harga dalam persediaan adalah harga sediaan yang diketahui tetap dan tidak berubah-ubah karena faktor apapun.

Cara menghitung biaya persediaan

Biaya persediaan (TIC) = biaya pemesanan + biaya penyimpanan

Total biaya persediaan = biaya variabel + biaya tetap

Contoh kasus:
Sebuah perusahaan ABC memerlukan sediaan sebanyak 15.000 unit pertahun. Biaya pemesanan Rp. 500 per order dan biaya penyimpanan 60% dari harga sediaan per unit per tahun. Harga sediaan per unit Rp. 100. Hitunglah berapa biaya variable dan total biaya sediaan perusahaan tersebut?
  • Biaya variabel: (15.000/500) x Rp 500 + (500/2) x Rp 60 = Rp 30.0000
  • Total biaya sediaan: 30.000 + 15.000 = Rp 45.000

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menghitung biaya persediaan,perusahaan perlu mengetahui berapa besarnya biaya variabel serta biaya tetap dari sediaan tersebut. Setalah diketahui dan dirinci masing-masing, barulah didapat total biaya persediaan yang bisa diestimasi oleh peruahaan.

Sebarkan manfaatnya :