Cara Mencegah Terjadinya Fraud Diperusahaan Dan Cara Mengatasinya

cara-mencegah-terjadinya-fraud-diperushaan-dan-cara-mengatasinya-image

Pengertian Fraud

Fraud atau yang dikenal dengan (kecurangan) adalah salah satu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab dari dalam dan atau luar organisasi/perusahaan, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompoknya yang secara langsung dengan cara merugikan pihak lain.

Jenis-Jenis Fraud Berdasarkan Pelakunya ;

1.  Kecurangan Pegawai (Employee Fraud)

 Seperti judulnya tentunya yang melakukan kecurangan adalah pegawai dalam suatu perusahaan

2.  Kecurangan Manajemen (Management Fraud)

Kecurangan ini dilakukan oleh pihak manajemen dengan cara menggunakan laporan keuangan/transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan (stakeholders) yang terkait organisasinya.

3. Customer Fraud

Kecurangan yang dilakukan oleh konsumen/pelanggan, misalnya kecurangan oleh pihak kontraktor/konsultan terhadap satuan kerja proyek dll.

4. Ecommerce Fraud (kecurangan melalui internet)

Kecurangan yang dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet (misalnya pengadaan lelang melalui internet).

Hal-Hal Yang Menyebabkan Terjadinya Fraud.

Fraud dapat terjadi karena sejumlah alasan yaitu mengenai internal kontrol yang lemah, pemahaman yang kurang terhadap peraturan sehingga kepatuhan terhadap aturan atau ketentuan yang lemah ataupun dapat menyebabkan penetapan kebijakan yang tidak up to date,serta monitoring yang lemah.

Dari sisi pendekatan pribadi, ada pendekatan yang disebut sebagai the fraud triangle. Apa saja itu fraud triangle ? langsung saja simak ya ;

1. Tekanan

Tekanan ini dimana seorang menyakini bahwa mereka merasa perlu untuk melakukan fraud. Contohnya  karena kondisi kesulitan ekonomi sehingga mendorong karyawan tersebut melakukan fraud. Oleh karena itu sebagai seorang pebisnis Anda harus benar-benar memperhatikan kesejahteraan karyawan. 

Memang sebuah kesejahteraan karyawan tidak dapat menjadi jaminan seseorang untuk tidak melakukan fraud. Dan sebaliknya bukan berarti orang yang tidak sejahtera akan melakukan fraud. Karena semua itu tentunya kembali kepada pribadi masing-masing. Dengan begitu pada saat seleksi tentunya Anda harus melakukan seleksi tes yang selektif dan ketat.

Tapi setidaknya dengan Anda memperhatikan kesejahteraan karyawan ini akan dapat meminimalisir potensi terjadinya tindakan fraud. Dan dengan terjaminnya kesejahteraan karyawan diharapkan akan dapat meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja.

2. Peluang

Masing Ingat dengan pepatah dari bang napi.

Ingat, Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya. Tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!

Nah peluang adalah situasi dimana seseorang menyakini bahwa adanya kesempatan atau kondisi yang menjanjikan keuntungan jika melakukan fraud dan tidak terdeteksi. Peluang dapat mendorong kemungkinan seorang karyawan untuk melakukan fraud, bahkan disaat karyawan tersebut tidak memiliki tekanan untuk melakukan fraud.

Sistem kerja, mekanisme kerja yang longgar, bahkan hubungan kekeluargaan yang kelewat akrab dalam satu perusahaan dapat mendorong seseorang untuk melakukan fraud. Dan justru acapkali sesorang yang dicurigai melakukan fraud justru adalah karyawan yang sudah terlalu lama berada di satu unit kerja tertentu.

Hal ini dapat dimaklumi karena karyawan tersebut bisa jadi sudah mengetahui celah-celah dari sistem untuk melakukan fraud tanpa ketahuan. Tapi sering kali juga fraud dilakukan oleh karyawan baru lho. Jadi masalahnya bukan pada lama atau sebentarnya bekerja, tetapi kembali kepada pribadi masing-masing.

3. Rasionalisasi

Rasionalisasi disini adalah suatu bentuk pemikiran yang menjadikan seseorang yang melakukan fraud merasa bahwa sikap curang tersebut dapat diterima. Hal ini dapat terjadi jika tidak adanya penegakan hukum yang tegas, atau terjadi pembiaran dalam melakukan fraud. Atau barangkali jika karyawan mengetahui bahwa rekan-rekannya juga melakukan fraud maka dia akan merasa sah-sah saja untuk melakukan fraud.

Cara Mengatasi Fraud

Mengacu pada Albrecht, Albrecht, Albrecht, dan Zimbelman (2009:109), salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencegah fraud yaitu dengan mengurangi peluang terjadinya fraud dengan memperhatikan hal–hal berikut ini:

a.  Memiliki Sistem Pengendalian Yang Baik

Berkaitan dengan pengendalian internal, Committee of Sponsoring Organizations (COSO)   mengharuskan perusahaan untuk memiliki kerangka pengendalian internal sebagai berikut:

  1. lingkungan pengendalian yang baik
  2. penilaian resiko
  3. aktivitas pengendalian yang baik
  4. arus komunikasi dan informasi yang baik
  5. pengawasan

Dari kelima unsur yang disebutkan pada kerangka di atas, Albrecht, Albrecht, Albrecht, dan Zimbelman (2009:110) terfokus pada:

1. Lingkungan pengendalian,

Merupakan lingkungan kerja yang diciptakan atau dibentuk oleh perusahaan bagi para karyawan. Unsur – unsur lingkungan pengendalian meliputi hal–hal berikut:

  • Peran dan contoh manajemen
  • Komunikasi manajemen
  • Perekrutan yang tepat
  • Struktur organisasi yang jelas
  • Internal audit perusahaan yang efektif

2. Arus komunikasi dan informasi yang baik (sistem akuntansi)

Setiap fraud yang terjadi pasti meliputi tindakan kecurangan, menyembunyikan kecurangan, dan konversi. Oleh karena sistem akuntansi yang baik dan benar dapat menyediakan jejak audit yang dapat membantu fraud ditemukan dan mempersulit penyembunyian.

Sistem akuntansi yang baik harus memastikan bahwa transaksi yang tercatat mencakup kriteria berikut:

  • Sah
  • Diotorisasi dengan benar
  • Lengkap
  • Diklasifikasikan dengan benar
  • Dilaporkan pada periode yang benar
  • Dinilai dengan benar
  • Diikhtisarkan dengan benar

3.  Aktivitas atau prosedur pengendalian

Agar perilaku karyawan sesuai dengan apa yang diinginkan Anda sebagai pebisnis  dan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya, tentu diperlukan lima prosedur pengendalian yang utama:

  • Pemisahan tugas atau pengawasan ganda
  • Sistem otorisasi
  • Pengecekan independen
  • Pengamanan fisik
  • Dokumen dan pencatatan

b. Menghambat terjadinya kolusi

c. Mengawasi karyawan dan menyediakan saluran telekomunikasi untuk pelaporan fraud

d. Menciptakan gambaran hukuman yang akan diterima bila melakukan fraud

e. Melaksanakan pemeriksaan secara proaktif.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk Anda. Jangan sungkan untuk membaginya ke halaman sosial media Anda agar teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Salam Let’s #beefree