Cara Menghitung BEP Bisnis Distributor CCTV

Salah satu komponen paling penting dalam bisnis diluar dari produk dan pasar adalah modal. Modal sangat menentukan berhasil atau tidaknya Anda dalam berbisnis. Bukan dari seberapa besar modal yang Anda gunakan, melainkan bagaimana cara Anda mengelola modal tersebut menjadi sebuah keuntungan yang besar, meskipun modal yang digunakan sangat kecil sekalipun.

Dengan menggunakan modal, Anda bisa memulai usaha Anda seperti membeli alat-alat produksi, membeli bahan baku, membayar karyawan, serta melakukan marketing atau promosi. Modal sebagai sumber uang mampu membuat rencana bisnis Anda semakin matang dan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Ada banyak cara untuk memperoleh modal, antara lain dengan pinjaman, tabungan, warisan, dan lain sebagainya. Jika Anda menerima pinjaman dari keluarga atau kerabat, prosesnya akan lebih sederhana karena ada sisi kepercayaan disini. Namun jika Anda mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan untuk memperoleh modal, tentu Anda harus menyiapkan dan memaparkan studi kelayakan bisnis Anda agar kreditor percaya bahwa Anda layak menerima modal usaha.

Salah satu indikator layak atau tidaknya sebuah usaha adalah dengan melihat titik BEP atau Break Event Point. BEP atau disebut titik impas merupakan satu titik dimana perusahaan tidak mengalami keuntungan dan tidak mengalami kerugian. BEP adalah sebuah titik impas besarnya laba dan biaya sebuah perusahaan yang mana titik tersebut dalam keadaan seimbang.

Keseimbangan titik menunjukkan waktu yang tepat kapan modal akan kembali utuh seperti sedia kala. Pada saat ini, kreditor akan melihat seberapa lama modal yang ia pinjamkan akan kembali. Untuk itulah perlu diketahui BEP dalam sebuah perusahaan saat menjalankan usaha supaya dapat memberikan gambaran pada perusahaan maupun kreditor kapan modal akan kenbali 100%.

Pengertian Break Event Point (BEP)

BEP merupakan sebuah titik impas dimana perusahaan dalam keadaan seimbang dalam keuangan. BEP juga dapat diartikan sebagai sebuah analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul (modal) serta mendapatkan keuntungan atau profit.

Fungsi BEP

Pencarian BEP dalam sebuah usaha dilakukan untuk menentukan hal-hal berikut ini:

  1. Mencari jumlah penjualan minimum dari perusahaan agar perusahaan tdak mengalami kerugian
  2. Menentukan jumlah perjualan dengan laba tertentu agar perusahaan berada di titik aman
  3. Menjaga agar nilai penjualan tidak lebih kecil dari BEP.
  4. Sebagai alat perencanaan penjualan dan perencanaan tingkat produksi

Cara Menghitung BEP

Dalam pembahasan ini akan dibahas lebih lanjut tentang penghitungan BEP pada perusahan distributor CCTV. Layaknya perusahaan distributor lainnya, perusahaan distributor CCTV akan menjual produk dari pemasok ke konsumen tanpa mengubah bentuk dan kualitas demi mendapatkan keuntungan dari selisih penjualan.

Dalam hal ini, perusahaan disyributor CCTV akan menjual kembali CCTV yang ia dapatkan dari pemasok tanpa mengubah produk, namun hanya memainkan selisih harga agar keuntungan didaptkan. Lalu bagaimana cara menghitung BEP-nya? Simak uraian berikut ini.

Sebuah perusahaan CCTV ‘B’ memiliki data dan biaya-biaya sebagai berikut:

– Biaya tetap dalam satu bulan Rp 140 juta

– Biaya variabel per unit Rp 75.000

– Harga jual per unit Rp 95.000

Berapa BEP per unitnya?

BEP Unit: Biaya tetap (harga/unit  – biaya variabel/unit)

BEP Unit =Rp.140.000.000 (Rp95.000 – Rp75.000)

BEP Unit = Rp140.000.000 / Rp20.000

BEP Unit= Rp7000

Jadi perusahaan distributor harus menjual minimal 7000 unit CCTV per bulan agar BEP tercapai.

Nah, mudah bukan untuk menentukan dan menghitung BEP dari usaha distributor CCTV? Jika Anda memiliki jenis usaha lain, Anda pun masih bisa menggunakan rumus yang sama untuk menghitung BEP perusahaan Anda. Selamat mencoba!

Sebarkan manfaatnya :