Contoh Jurnal Pajak Pertambahan Nilai Masukan dan Keluaran

Pajak merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara sesuai aturan yang terdapat dalam Undang-undang. Ada banyak jenis pajak yang dibebankan kepada masing-masing wajib pajak, contohnya adalah Pajak Penghasilan, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Pertambahan Nilai, dan lain sebagainya. Salah satu jenis pajak yang bersinggungan langsung dengan dunia usaha adalah Pajak Pertambahan Nilai.

Dalam hal ini, pihak yang diberikan kewajiban untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah para pengusaha atau pemilik usaha yang dalam disebut sebagai Pengusaha Kena Pajak atau PKP. PKP wajib untuk memungut PPN kepada para pembeli ketika melakukan penjualan barang maupun jasa. Ketika pengusaha bertindak sebagai pembeli, maka ia diwajibkan juga untuk membayar PPN.

PPN yang dipungut oleh para PKP disebut dengan PPN Keluaran (PK). Sedangkan PPN yang dibayarkan kepada para supplier atau penyedia jasa saat PKP membeli barang disebut dengan PPN Masukan (PM).

Nantinya dalam satu bulan semua PPN Keluaran akan dikurangi dengan PPN Masukan. Ketika selisihnya lebih atau PPN Keluaran lebih besar dari PPN Masukan, maka PKP harus menyetorkan sisanya kepada negara dengan menggunakan Surat Setoran Pajak. Namun jika selisihnya kurang atau PPN Keluaran lebih kecil dari PPN Masukan, maka PKP bisa memperhitungkan kembali pada bulan berikutnya atau meminta klaim atas kelebihan bayar tersebut.

Jurnal PPN Masukan

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa PPN Masukan merupakan kewajiban pajak yang harus dibayarkan oleh Pengusaha Kena Paja (PKP) kepada penyedia jasa atas pembelian yang dilakukannya. Dalam hal ini PPN Masukan merupakan merupakan piutang karena PPN yang dibayar oleh PKP dapat diklaim kepada negara.

Dalam jurnal akuntansinya, PPN Masukan masuk ke dalam kolom kredit. Misalnya pada tanggal 1 September 2018 PT ABC yang berkedudukan sebagai PKP membeli sejumlah barang untuk persediaan barang dagangannya dari PT. XYZ yang berkedudukan sebagai PKP dengan total pembelian 100.000,- dan PPN masukan yang dibayar adalah Rp 10.000,-. Maka jurnal PPN masukannya adalah sebagai berikut.

Akun Debit Kredit
Pembelian 100.000
Pajak (PPN) masukan 10.000
Kas 110.000

Dilihat dari jurnal diatas, kas yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah Rp 110.000 yang terdiri dari harga beli Rp 100.000 dan PPN masukan Rp 10.000. Jurnal tersebut berlaku jika terjadi pembelian secara tjnai, namun jika PKP membeli barang secara kredit, maka akun kas bisa diganti dengan akun utang dagang.

 

Jurnal PPN Keluaran

PPN Keluaran merupakan pajak PPN yang dipungut oleh PKP atas penjualan barang atau jasa miliknya. Dalam hal ini jumlah pajak tersebut akan disetorkan kepada negara, oleh karena itu sifat dari PPN Kelauaran adalah sebagai hutang bagi PKP.

Dalam jurnal akuntansinya, PPN Keluaran akan masuk ke dalam kolom Debit. Misalnya pada tanggal 15 Sepetember 2018, PT King yang berkedudukan sebagai PKP menjual barang dagangannya dengan harga total Rp 100.000. Untuk PPN Keluaran yang dipungut adalah Rp 10.000. Maka jurnal akuntansi PPN Keluarannya dalah sebagai berikut.

 

Akun Debit Kredit
Kas 110.000
Penjualan  100.000
Pajak (PPN) keluaran 10.000

 

Dari jurnal diatas dapat dilihat bahwa jumlah kas yang diterima oleh PKP adalah Rp 110.000 dengan rincian harga jual Rp 100.000 dan PPN keluaran Rp 10.000. Jurnal diatas berlaku untuk penjualan barang secara tunai, jika penjualan terjadi secara kredit maka akun kas diganti menjadi akun piutang dagang.

 

Itulah pengertian serta contoh jurnal PPN masukan dan keluaran pada perusahaan yang bertindak sebagai pengusaha kena pajak atau PKP. Setiap perusahan hendaknya bisa membuat jurnal ini mengingkat pentingnya jurnal tersebut dalam dunia bisnis serta perpajakan. Jika masih ada kesulitan, Anda bisa menggunakan software Beecloud untuk mempermudah Ana dalam mengaplikasikannya.

Sebarkan manfaatnya :