Hubungan Antara Laporan Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas

Laporan keuangan merupakan pencatatan keuangan yang sangat penting bagi perusahaan. Ketika perusahaan rajin dalam membuat laporan keuangan, maka perusahaan dapat melihat apakah keuangannya berjalan dengan baik atau tidak. Oleh karena itu sangat penting bagi perusahaan untuk memahami isi laporan keuangannya dalam setiap periode. Namun saat perusahaan gagal dalam memahami isi laporan keuangan, maka perusahaan juga telah gagal dalam melihat isi akuntansi dan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Laporan keunagan secara lengkap meliputi laporan neraca, laporan laba rugi, serta laporan arus kas. Secara keseluruhan, laporan keuangan perusahaan akan menyajikan jenis informasi yang berbeda tentang kegiatan perusahaan dalam periode tertentu yang berbentuk angka dan data. Namun meskipun semua jenis laporan tersebut saling berkaitan, namun masing-masing tetap berdiri sendiri dan tidak dapat menggantikan satu sama lain.

Laporan neraca

Laporan ini dapat memperlihatkan posisi keuangan perusahaan dalam posisi atau titik tertentu. Laporan ini menyajikan data berupa aktiva dan pasiva yang harsu seimbang. Keseimbangan dua komponen tersebut menujukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, laporan neraca disebut juga dengan balance sheet.

Laporan laba rugi

Laporan ini menunjukkan dan mengidentifikasi adanya laba dan rugi dari perusahaan dalam periode tertentu. Terdapat komponen pendapatan dan biaya di dalamnya. Ketika pendapatan lebih besar dari biaya akan diperoleh laba bersih, namun jika pendapatan lebih kecil dari biaya maka akan diperoleh rugi bersih.

Laporan arus kas

Laporan arus kas menyajikan informasi tentang penerimaan serta pembayaran dalam bentuk kas selama periode tertentu sama yang konsep waktunya sala dengan Laporan Laba Rugi.

Hubungan neraca, laba rugi, dan arus kas

Meski berbeda, namun kesemua laporan keuangan tersebut saling berkaitan satu sama lain yang komponennya tak bisa dipisahkan. terdapat 5 hubungan diantara ketiga laporan tersebut yang meliputi:

1. Pendapatan dan biaya

Komponen pendapatan dan buaya yang disajikan dalam laporan laba rugi dapat mengakibatkan adanya perubahan dalam aktiva dan kewajiban dalam laporan neraca. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

2. Saldo akhir kas

Komponen saldo akhir kas yang terdapat pada laporan arus kas harus sesuai dengan uang tunai atau uang kas yang ada dalam neraca.

3. Arus kas dari aktivitas operasi

Komponen arus kas dalam laporan arus kas mencerminkan efek kas dari transaksi-transaksi yang termasuk dalam penentuan laba bersih. Selanjutnya rekonsiliasi laba bersih serta arus kas bersih dari aktivitas operasi akan disajikan sebagai bagian dari laporan arus kas.

4. Investasi

Komponen aktivitas investasi pada laporan arus kas mencerminkan arus kas baik opositif maupun negatif dari perubahan aset yang termasuk dalam neraca.

5. Pembiayaan kegiatan

Komponen pembiayaan kegiatan yang terdapat pada laporan arus kas mencerminkan arus kas positif dan negatif dari hutang. Pada akhir periode, hutang akan disajikan dalam laporan neraca.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing unsur dalam laporan neraca, labar rugi, dan arus kas dapat memberikan gambaran yang mendetail dan jelas tentang penilaian posisi keuangan perusahaan saat ini maupun masa mendatang. Setiap pos dan komponen yang ada dalam neraca, laporan rugi laba dan laporan arus kas harus berkaitan satu sama lain dengan informasi yang ada dalam catatan laporan keuangan. Dengan demikian terdapat hubungan yang seimbang antara laporan neraca, laporan laba rugi, dan juga laporan arus kas.

Sebarkan manfaatnya :