Inilah 4 Strategi Sukses Finansial yang Harus Anda Lakukan

Finansial merupakan aspek dari keuangan dan juga mempelajari bagaimana Anda sebagai individu, bisnis dan organisasi meningkatkan, mengalokasi sumber daya finansial yang sejalan dengan waktu serta menghitung resiko dalam menjalankan proyek Anda. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sumber daya finansial Anda dan mencapai keberlanjutan yang mapan, Anda akan perlu untuk mengelola secara benar semua sumber-sumber pendanaan dan pembiayaan dalam suatu strategi yang menyeluruh untuk organisasi Anda.

Mengapa harus memiliki sebuah strategi? Banyak organisasi mendapatkan pemasukan dari sejumlah sumber pendanaan dan pembiayaan yang berbeda, yaitu misalnya dari donasi, hibah, kontrak dan pemasukan yang dihasilkan dari perdagangan. Strategi finansial akan memungkinkan untuk menilai kebutuhan finansial dan sumber-sumber dukungan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan memenuhi misi organisasi Anda, sementara juga merencanakan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan demi terciptanya stabilitas.

Strategi finansial Anda berasal dari misi Anda. Jadi langkah pertamanya adalah untuk mendefinisikan secara jelas apa misi dan apa rencana Anda untuk mencapai hal tersebut dalam finansial, Tapi jangan salah, kesuksesan finansial tidak mesti harus diraih dengan cara yang rumit. Berikut 4 strategi sederhana ini bisa buat Anda menerapkan tujuan anda dalam mencapai sukses finansial Anda.

4 Strategi Sukses Finansial

1. Pahami Aturannya Sebelum Anda Mulai Melakukannya

Sebelum Anda melakukan investasi, Anda perlu memangkas kesalahpahaman dan mitos mengenai kebebasan finansial seperti mengatur keuangan aktif vs. pasif, biaya sesungguhnya dari investasi, dana pensiun, serta risiko asimetris. Dengan mempelajari kesalahpahaman tersebut, Anda dapat meminimasi risiko dan menemukan strategi investasi yang memanfaatkan pajak. Jika Anda sudah memahami aturan-aturannya, maka seperti dalam sebuah permainan, kemungkinan kalah dan gagal akan semakin kecil.

2. Strategi CashFlow

Strategi Cashflow merupakan strategi dasar perencanaan keuangan. Ketahui dan kelola dengan baik mengenai arus lalu lintas pemasukan dan pengeluaran. Biasanya, persentase pengeluaran adalah minimal 10% menabung, maksimal 30% cicilan hutang, pengeluaran rutin 40% dan pengeluaran pribadi/lifestyle 20%.Lakukan financial check up untuk mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini.

3. Akumulasi Investasi

Setelah melakukan Financial Check Up, kita dapat mengatur strategi untuk berinvestasi. Investasi sangatlah penting, karena nyatanya, menabung saja memang tidak cukup untuk menghadapi pengeluaran yang jangka waktunya masih panjang, karena pengaruh inflasi, misalnya untuk dana pendidikan anak dan pensiun.

Investasi sedini mungkin akan terasa besar manfaatnya di kemudian hari, namun pastikan Anda mengetahui tujuan Anda, termasuk perkiraan dana yang dibutuhkan dan jangka waktu pencapaiannya.

4. Strategi Aset Aktif

Selain investasi, aset aktif pun penting untuk penghasilan tambahan terutama mendekati masa pensiun. Aset aktif ini berupa bisnis, properti (untuk disewakan), dan surat berharga. Alokasi dana pembelian aset aktif. Awali dengan menambah pengetahuan tentang keuangan, mencari lokasi informasi alternatif aset aktif (bisnis, properti, surat berharga) setelah itu baru bertindak. Beli aset aktif dan mulailah menerima pendapatan pasif sehingga jumlahnya lama-lama setara dengan pengeluaran bulanan Anda. Sambil menunggu, teruslah mencari informasi alternatif tentang aset aktif. Anda disebut mencapai tujuan finansial dan bebas secara finansial bila pendapatan pasif Anda lebih besar dari pada pengeluaran bulanan Anda

Dengan strategi yang baik, bukan tidak mungkin kita dapat menjalankan target yang akan kita capai.   Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share disosial media Anda agar Anda mendapatkan manfaatnya. Karena sebaik –baik nya ilmu adalah berbagi.

Salam Let’s #beefree

 

 

Sebarkan manfaatnya :