Inilah Perbedaan Usaha Ritel dan Distributor. Pilih Mana?

Dunia bisnis dan perdagangan memang selalu menggiurkan jika ditilik dari segi keuntungannya. Tidak terikat dengan instansi maupun atasan juga merupakan nilai plus dari menjalankan usaha. Itulah sebabnya ada banyak karyawan yang resign dari perusahaan dan kemudian berniat untuk menjalankan usaha sendiri. Meskipun tentu saja tantangan di awal juga cukup berat untuk bisa dilewati. Untuk Anda yang berpikir banting stuir ke dunia bisnis, Anda juga membutuhkan waktu untuk belajar mengenai seluk beluk usaha, termasuk jenis dan bentuk usaha.

Ada banyak bentuk usaha yang ada di dunia perdagangan, mulai dari agen, distributor, reseller, dan juga ritel. Masing-masing bentuk usaha menjalankan perannya masing-masing di dunia perdagangan dan menuai keuntungan masing-masing. Anda lah yang memilih ingin membuka usaha di bidang apa dengan bentuk apa. Jika Anda masih bingung dalam memutuskan untuk membuka usaha ritel atau distributor, kami kana bantu dengan menjabarkan perbadaannya.

Pengertian usaha ritel dan usaha distributor

Usaha ritel merupakan bentuk usaha dimana pihaknya membeli barang dalam jumlah besar lalu menjual kembali kepada individu. Dalam hal ini barang yang dijual kembali adalah dalam bentuk dan jumlah yang kecil. Usaha ritel membeli barang langsung kepada produsen lalu menjual kembali langsung kepada konsumen. Contoh usaha ritel dalam kehidupan sehari-hari adalah supermarket, department stote, car dealer, retailer shop, toko kelontong, dan warung.

Sedangkan usaha distributor merupakan usaha yang dijalankan dimana pihak distibutor membeli barang dalam jumlah banyak dan besar langsung kepada produsen lalu menjual kembali kepada para pedagang kecil di bawahnya atau agen. Distributor tidak menjual langsung ke konsumen, karena barang tersebut masih dijual kembali kepada para pedagang di bawahnya. Distributor biasanya menjalin kerjasama atau kontrak kepada produsen dengan sistem beli putus atau komisi tergantung dari perjanjian.

Ciri-ciri dan perbedaan usaha ritel dan distributor

Antara usaha ritel dan distributor memang seikit mirip dan memiliki kesamaan dalam hal membeli langsung kepada produsen dalam jumlah dan transaski yang besar. Namun tetap saja ada deatil dan ciri yang berbeda diantara keduanya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari usaha ritel dan distributor yang detailnya menunjukkan perbadaan diantara keduanya.

Ciri-ciri usaha ritel:

  1. Membeli barang dalam jumlah bnayak lalu menjualnya kembali dalam jumlah yang kecil
  2. Menjual langsung kepada para individu dan konsumen
  3. Tidak terikat dengan produsen atau perusahaan tertentu
  4. Bebas menjual barang apapun dari produsen dengan barang dan jenis yang berbeda-beda

Cir-ciri usaha distributor:

  1. Bekerja sama dengan produsen secara langsung
  2. Terikat dalam kontrak dengan produsen untuk membeli barang dalam julah tertentu
  3. Pembelian barang sekali saja dalam satu periode dengan transaksi yang besar
  4. Sistem pembelian bisa beli putus atau komisi tergantung dari kesepakatan
  5. Terbatas oleh cakupan wilayah tertentu
  6. Menjual barang tidak langsung ke konsumen, melainkan melalui agen
  7. Hanya diperbolehkan menjual 1 jenis barang dari produsen, dilarang menjual barang yang sama dengan pesaing
  8. Memiliki ijin usaha baik badan hukum maupun perseorangan

Dari penjelasan ciri-ciri diatas, terlihat cukup jelas perbedaan antara usaha ritel dengan usaha distributor. Meskipun sama-sama membutuhkan modal besar untuk membeli transaksi dalam jumlah besar, namun adanya keharusan ijin untuk usaha distributor membuat usaha distributor lebih rumit untuk dijalankan.

Intinya kedua jenis usaha ini membutuhkan tenpat yang cukup dan layak, modal yang cukup besar, dan juga tenaga kerja yang bisa diandalkan. Karena membutuhkan modal yang besar, keduanya memiliki resiko dan keuntungan yang besar pula. Jadi pilihlah diantara kedua usaha ini yang sesuai dengan kemampuan Anda, selamat memilih!

 

Sebarkan manfaatnya :