Jangan Abaikan 3 Hal Ini, atau Bisnis Anda Akan Bangkrut/Gulung Tikar (Part. 03)

Setelah kemaren saya membahas mengenai stock opname di artikel pertama dan piutang macet di artikel kedua. Tiba saatnya saya membahas hal ke 3 yang membuat usaha Anda mengalami kebangkrutan yaitu tim / team.

Sudah tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kerjasama tim/team work?

Jadi Kerjasama (team work) bisa diartikan sebagai sebuah sistem pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan ketrampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan bersama secara efektif dan efisien.

Jika menurut pengertian di atas bukannya tim seharusnya membuat perusahaan maju, lantas mengapa bisa tim justru menjadi salah satu penyebab kebangkrutan usaha Anda?

Yes, pertanyaan yang bagus sekali. Memang benar jika sebuah team work yang bagus akan membuat perusahaan Anda semakin maju dan berkembang, namun team work yang buruk akan membawa Anda keujung kebangkrutan. Salah satu contoh kerjasama tim yang buruk yaitu tidak terbaginya tugas kerja yang merata dan juga jika hubungan antara individu tidak harmonis. Dan bahkan terjadi kecurangan/fraud dimana-mana.

Definisi fraud sendiri secara singkat dapat dikatakan bahwa fraud adalah perbuatan curang (cheating) yang berkaitan dengan jumlah uang atau properti.

Motif dari fraud adalah untuk memperkaya diri sendiri/golongan dan modus operasinya sama yaitu dengan melakukan cara-cara yang ilegal.

Hal-hal yang mendorong terjadinya Fraud pada umumnya ada 3 hal yaitu ;

1. Insentif atau tekanan untuk melakukan fraud

Tekanan atau pressure pada seseorang akan membuat mereka mencari kesempatan untuk melakukan fraud. Contohnya seperti masalah keuangan pribadi, sifat-sifat buruk seperti berjudi, narkoba, dan hutang.

2. Peluang untuk melakukan fraud

Peluang/Opportunity biasanya muncul sebagai akibat lemahnya pengendalian internal di organisasi tersebut. Terbukanya kesempatan ini juga dapat menggoda individu atau kelompok yang sebelumnya tidak memiliki motif untuk melakukan fraud.

3. Sikap atau rasionalisasi untuk membenarkan tindakan fraud

Rasionalisasi/Rationalization terjadi karena seseorang mencari pembenaran atas aktifitasnya yang mengandung fraud. Pada umumnya para pelaku fraud meyakini atau merasa bahwa tindakannya bukan merupakan suatu kecurangan tetapi adalah suatu yang memang merupakan haknya, bahkan kadang pelaku merasa telah berjasa karena telah berbuat banyak untuk organisasi. Dalam beberapa kasus lainnya terdapat pula kondisi dimana pelaku tergoda untuk melakukan fraud karena merasa rekan kerjanya juga melakukan hal yang sama dan tidak menerima sanksi atas tindakan fraud tersebut.

Bentuk kecurangan yang sering terjadi dilakukan oleh karyawan biasanya sebagai berikut ;

1. Satu dokumen seperti faktur pembelian seringkali dipakai untuk mengeluarkan uang kas lebih dari sekali untuk pembelian yang sama. Seringkali hal ini terjadi karena kebijakan badan usaha yang memperbolehkan dibayarnya pembelian berdasarkan tembusan dari faktur saja tanpa ada faktur aslinya.

2. Seringkali pemindahan dana atau aktiva dilakukan untuk menyamarkan adanya pengeluaran yang tidak diotorisasi. Pengeluaran dari kas kecil biasanya tidak memerlukan otorisasi, maka hal ini menimbulkan peluang terjadinya kecurangan.

3. Pemberian komisi oleh pelanggan ke salesman atau penjualan dengan imbalan pemberian harga yang lebih murah merupakan hal yang seringkali terjadi di dunia praktik.

4. Seringkali pembayaran dengan check atau giro yang dilakukan oleh pelanggan tidak dicantumkan nama kepada siapa check atau bilyet giro (BG) tersebut dibayar sehingga oleh karyawan perusahaan bisa dicatat sebagai utang karyawan dan dicairkan oleh pribadi tersebut. Dalam hal ini karyawan bisa memakai uang perusahaan tanpa melalui otorisasi.

5. Tidak mencatat pendapatan, hal ini akan mudah terjadi bila bagian pencatatan merangkap dengan bagian penerimaan kas ataupun bagian penjualan. Ini Anda harus menggunakan sistem agar setiap pendapat yang Anda dapat tercatat, karena jika manual ini sangat rawan tidak dicatat.

6. Menyembunyikan penagihan piutang hal ini seringkali dikenal di dunia akuntansi dengan istilah lapping. Dimana tagihan hari ini dari pelanggan A akan dipakai terlebih dahulu secara pribadi dan bila nanti saatnya menagih pelanggan B maka akan dimasukan atau diakui sebagai penagihan pelanggan A dan seterusnya. Prinsip yang dipakai di sini adalah tutup lubang gali lubang.

7. Pencurian material atau aktiva yang mempunyai nilai tinggi selalu rawan akan adanya pencurian. Hal lain yang perlu diperhatikan juga secara khusus adalah adanya “SLOW MOVING GOODS” yaitu barang yang sudah lama tidak keluar dari gudang.

Ke 7 hal di ataslah kecurangan yang sering terjadi. Lantas bagaimana caranya mencegah agar Anda terhindar dari kecurangan/fraud? berikut saya berikan tips nya.

  • Membuat dan menetapkan kode etik karyawan
  • Melakukan manajemen sertifikasi atas laporan keuangan
  • Melakukan penelaahan manajemen keuangan dan karyawan
  • Mengembangkan program dukungan karyawan
  • Memberikan pelatihan mengenai fraud bagi manajemen/eksekutif
  • Menyediakan pelatihan anti-fraud bagi karyawan
  • Melakukan audit internal secara mendadak
  • Menyediakan hadiah bagi pelapor tindak penggelapan

Pernahkah Anda mengalami salah satu atau lebih dari 7 hal di atas? Kalau sudah pernah koment dong bagaimana caranya Anda menghadapinya. Sekedar melakukan peringatan, pemecatan atau justru membawa ke ranah hukum? Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Jangan lupa share ya, jika artikel ini bermanfaat. Terimakasih. Salam Let’s #beefree.

Sebarkan manfaatnya :