Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

jurnal-penyesuaian-persediaan-barang-dagang-image

Dalam berbisnis penting untuk Anda memperhatikan pembukuan. Sebab, pembukuan inilah yang bisa jadi indikator bagaiamana kondisi bisnis yang tengah kita jalani. Pembukuan yang tepat nantinya akan membuat kita mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang sudah dilakukan. Salah satu pembukuan adalah jurnal penyesuaian

Nah jurnal penyesuaian ini punya peranan yang cukup penting. Sebab, dengan jurnal penyesuaian inilah  dapat membantu Anda dalam hal mencatat segala sesuatu yang sudah terjadi namun belum tercatat dengan rapih dalam sistem pembukuan. Karena itulah akan sangat bermanfaat jika Anda mengetahui kiat-kiat membuat jurnal penyesuaian

Dalam artikel ini, secara spesifik Anda akan membahas soal jurnal penyesuaian untuk persediaan barang. Bagi Anda yang baru menekuni bisnis. Maka jurnal penyesuaian persediaan barang ini mesti Anda tekuni supaya bisnsis anda bisa dapat lebih terarah lagi. Yang jelas, memahami jurnal penyesuaian persediaan barang ini akan memiliki manfaat yang sangat baik untuk Anda

Nah, kali ini Anda akan lebih membahas jurnal penyesuaian persediaan barang dagang dengan menggunakan pendekatan ikhtisar Laba-Rugi. Dalam pendekatan ini ada dua poin yang mesti Anda ketahui. Point pertama adalah persediaan barang dagang awal yang kedua persediaan barang dagang akhir.

2 Metode Perhitungan Persediaan Barang

Pada dasarnya persediaan barang dagang bisa dihitung dengan dua sistem yaitu

1. Periodik

2. Perpetual.

Dalam istem periodik, jurnal akan dicatat secara berkala. Jurnal ini lumrahnya akan dicatat di setiap akhir periode akuntansi. Karenanya lah sangat perlu dibuat jurnal penyesuaian. Nah, untuk membuat jurnal penyesuaian. Anda harus melakukanya dengan pendekatan harga pokok penjualan dan ikhtisar laba rugi.

Sebab itulah jurnal penyesuaian ini tidak berlaku pada sistem perpetual yang notabenenya transaksi dicatat saat barang dagang dibeli atau dijual pada waku tersebut. Namun Anda harus tahu dan ingat jika pendekatan ikhtisar laba rugi ini hanya menyesuaikan persediaan barang dagang di periode awal juga periode akhir

Persediaan Barang Dagang Awal

Diakhir sebuah periode akuntansi, persediaan awal bisa Anda sesuaikan dengan cara mendebetkannya pada akun Ikhtisar Laba Rugi dan mengkreditkanya pada akun persediaan barang dagang.

Tujuan dibuatnya bentuk seperti itu utnuk supaya akun persediaan barang dagang awal dapat dipindahkan dari akun rill menjadi akun laba-rugi. Selain itu tujuan ini juga bermaksud untuk membuat nol akun persediaan barang dagang awal. Hal itu disebabkan barang tersebut telah terjual dan sebenarnya telah menjadi bagian dari harga pokok barang dagang tersebut

Persediaan Barang Dagang Akhir

Penyesuaian persediaan barang dagang akhir dalam akhir periode akuntansi dapat Anda lakukan dengan cara memasukan ke dalam debet akun persediaan barang dagang. Setelah itu masukan pula akun ikhtisar laba rugi dalam kolom kredit. Hal ini juga memiliki alasan. Salah satunya adalah supaya akun persediaan barang dagang akhir dapat dipindahkan dari akun rill menjadi akun laba rugi.

Selain itu hal tersebut juga dapat berpengaruh pada harga pokok barang dagang yang terjual. Terlebih hal tersebut juga sangat dapat untuk menampilkan persediaan barang dagang akhir dalam neraca. Sebab barang tersebut masih ada.

Contoh Jurnal Penyesuain Persediaan Barang

Nah supaya lebih jelas. Anda dapat memerhatikan tabel dibawah ini sebagai bentuk dari contoh jurnal penyesuaian ketersediaan barang dagang

jurnal-penyesuaian-image

Sekian Artikel dari saya semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare di akun sosial media Anda ya agar teman Anda juga mendapatkan maanfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki lho. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan koment dibawah. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :