Kelebihan dan Kekurangan Metode-metode Penyusutan Aktiva Tetap

Kelebihan dan Kekurangan Metode-metode Penyusutan Aktiva Tetap-01

Aktiva tetap dalam akuntansi akan mengalami penyusutan karena nilainya berkurang dari satu waktu ke waktu. Semakin lama waktu atau periode berjalan, maka nilai aktiva tersebut akan terus menerus berkurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa penyusutan aktiva tetap merupakan pengalokasian harga perolehan aktiva tetap karena nilai dari aktiva tetap tersebut mengalami penurunan.

Namun ada jenis aktiva tetap yang tidak mengalami penurunan nilai, yaitu tanah. Dalam kasus tanah, nilai aktiva justru akan semakin meningkat dari waktu ke waktu meskipun sudah lama digunakan, karena harga tanah akan naik setiap periode.

Faktor-faktor atau hal yang mempengaruhi biaya penyusutan antara lain: harga perolehan, nilai residu, dan umur ekonomis aktiva

Metode penyusutan aktiva

Dalam aktiva tetap dikenal beberapa metode penyusutan aktiva yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa metode penyusutan aktiva tersebut antara lain metode penyusutan garis lurus, metode penyusutan saldo menurun, dan metode penyusutan jumlah angka tahun.

Berikut ini adalah pengertian dari masing-masing metode beserta dengan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Metode penyusutan garis lurus

Dalam metode penyusutan garis lurus, beban penyusutan untuk tiap tahun nilainya sama besar dan masing-masing tidak dipengaruhi dengan hasil atau output yang diproduksi. Metode ini lebih menekankan pada aspek waktu daripada aspek kegunaan. Metode penyusutan garis lurus banyak digunakan dalam perusahaan-perusahaan karena pengaplikasiannya lebih mudah.

Perhitungan tarif dalam metode ini adalah: Harga Perolehan Nilai Sisa / Estimasi Umur Kegunaan = Tarif Penyusutan

Kelebihan dari metode garis lurus adalah lebih mudah digunakan dan diaplikasikan dalam akuntansi serta lebih mudah dalam menentukan tarif penyusutannya.

Meskipun memiliki kelebihan, namun metode ini juga memiliki kekurangan antara lain beban pemeliharaan dan perbaikan dianggap sama untuk setiap periodenya, manfaat ekonomis aktiva setiap tahunnya sama, beban penyusutan yang diakui tidak mencerminkan upaya yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan, laba yang dihasilkan setiap tahun tidak menggambarkan tingkat pengembalian yang sesungguhnya dari umur kegunaan aktiva (dalam hal ini matching principle tidak sesuai, beban penyusutan harus proporsional pada penghasilan yang dihasilkan).

Metode penyusutan saldo menurun

Metode penyusutan saldo menurun adalah metode penyusutan aktiva tetap yang ditentukan berdasarkan persentase tertentu dan dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Besarnya persentase penyusutan adalah dua kali persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus.

Untuk penghitungannya, metode ini dilakukan dengan cara mengalikan persentase  atau tarif tertentu dengan nilai buku suatu aktiva. Nilai buku pada setaip akhir tahun grafiknya menurun sehingga menimbulkan beban penurunan pada beban penyusutan.

Kelebihan dari metode ini adalah lebih hemat dari segi biaya bila dibandingkan dengan metode penyusutan garis lurus, namun kekurangannya adalah lebih rumit dan sulit diaplikasikan dalam akuntansi karena rumusnya yang sedikit ribet.

Metode penyusutan jumlah angka tahun

Dalam metode penyusutan jumlah angka tahun besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun jumlahnya semakin menurun hampir sama dengan metode penyusutan saldo menurun, tetapi dalam metode ini penyusutannya dipercepat berdasar pada pertimbangan biaya maintenance  atau perawatan serta perbaikan aktiva tetap yang semakin lama cenderung bertambah seiring pertambahan usia aktiva tetap itu sendiri.

Kelebihan dari metode ini adalah lebih hemat dari segi biaya, namun sayangnya ada aturan pajak yang membatasi penggunaan metode penyusutan jumlah angka tahun. Dalam pelaporan pajak, metode ini tidak bisa digunakan, alhasil jarang sekali ada perusahaan yang menggunakan metode penyusutan jumlah angka tahun dalam aplikasinya.