Kiat Sukses Membangun Bisnis Distributor dari Nol

Produk apa pun yang Anda jual, cara membangun bisnis distributor yang sukses sebenarnya hampir mirip. Dari perekrutan karyawan hingga pengaturan keuangan, bahkan pemasaran dan perencanaan inventaris, ada beberapa aspek yang bisa diterapkan di semua bisnis distributor. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan berbagai kiat sukses membangun bisnis distributor dari nol, serta cara untuk mengembangkannya dan mendapatkan keuntungan maksimal.

1. Rekrut karyawan yang tepat.

Meskipun ini tampak seperti hal yang wajib dilakukan, banyak bisnis distributor yang tidak melaksanakannya. Padahal, keputusan untuk merekrut seorang karyawan merupakan salah satu keputusan paling penting yang harus dibuat dalam menjalankan bisnis apa pun. Sebagai panduan, tetapkan kriteria apa saja yang perlu dipenuhi oleh seorang kandidat dan pastikan kriteria itu terpenuhi. Jangan sekadar membandingkan semua kandidat dan memilih yang terbaik.

Pada saat wawancara, hindari pertanyaan yang seakan “menuntun” kandidat kepada jawaban yang diharapkan. Ketahui cara mereka mengatasi berbagai situasi untuk memastikan bahwa seorang karyawan akan bisa bekerja dengan baik jika diberi tanggung jawab.

2. Jangan mencatat pesanan secara manual.

Menurut penelitian terbaru, salah satu hambatan untuk distributor adalah menulis pesanan secara tepat dan rinci. Banyak bisnis distributor yang masih menggunakan kertas dan pulpen untuk mencatat pesanan, atau mengaplikasikan sedikit teknologi seperti formulir pesanan berbentuk PDF dan excel. Namun, kedua metode ini hampir sama tidak efektifnya.

Pada zaman sekarang ini, bisnis distributor bisa memanfaatkan teknologi yang ada seperti pencatatan pesanan lewat aplikasi atau perangkat lunak yang menghubungkan ponsel, tablet, dan komputer sehingga semua unsur dalam bisnis tersebut bisa menangani pesanan secara efektif. Informasi konsumen dan katalog produk pun bisa dipantau oleh siapa pun, dimana dan kapan saja. 

Baca Juga: Strategi Perencanaan Produksi Perusahaan Manufaktur

3. Pastikan ada pengaturan inventaris yang baik.

Bisnis distributor tidak akan berjalan dengan baik jika inventarisnya tidak dikelola dengan maksimal. Ada beberapa cara pengelolaan yang umum dilakukan. Pertama, ada bisnis yang menjaga stok barang pada jumlah minimal, dan menambah jumlah stok kapan pun dibutuhkan. Kedua, ada juga bisnis yang menyediakan banyak stok barang untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan. Perhatikan bagaimana jalannya pemesanan dari pihak konsumen, lalu tentukan pengelolaan inventaris mana yang paling tepat untuk bisnis distributor Anda.

4. Berikan informasi yang memadai kepada sales.

Apakah karyawan yang berperan sebagai sales dalam bisnis Anda sudah dibekali dengan informasi yang cukup? Pebisnis distributor yang sukses mengerti bahwa untuk menjual suatu barang atau jasa, pihak sales perlu diberi informasi yang mendetail, serta cukup untuk menarik pelanggan. Beberapa informasi yang paling penting adalah katalog barang, pesanan yang biasa dibuat oleh konsumen, produk yang paling laku, serta jumlah stok untuk setiap produk yang ada.

5. Bersainglah dalam hal layanan konsumen, bukan hanya harga.

Semua bisnis distributor yang ada saat ini menghadapi persaingan yang sengit. Banyak yang berusaha menjadi yang terbaik dalam hal harga, dengan cara menurunkan harga sebisa mungkin sehingga lebih banyak pelanggan yang tertarik. Namun, hal ini bukan strategi yang efektif untuk perkembangan bisnis dalam jangka panjang.

Bisnis distributor yang menyediakan layanan konsumen terbaik dibandingkan bisnis lainnya lah yang akhirnya akan terus berkembang. Saat konsumen diberikan layanan yang baik, tentu saja mereka akan merasa dihargai sehingga akan setia kepada bisnis Anda.

6. Penuhi permintaan barang secepat mungkin.

Untuk membangun sebuah bisnis distributor yang sukses, permintaan barang harus dipenuhi secepat mungkin sehingga klien tidak terlalu lama menunggu dan bisa segera mendapatkan kebutuhan mereka. Untuk itu, sangat diperlukan digitalisasi pemesanan barang serta jalur komunikasi antar karyawan sehingga proses bisa berjalan dengan lebih efektif.

 

Sebarkan manfaatnya :