Langkah Mudah Mencegah Piutang Tak Tertagih

Langkah Mudah Mencegah Piutang Tak Tertagih-01

Perusahaan yang baik adalah perusahan dengan perputaran uang yang lancer , siklus antara uang masuk dan keluar yang berbanding dengan pendapatan dari perusahaan yang Anda kelola, Dalam yang sedang Anda kelola pasti akan mengalami piutang macet yang merupakan salah satu ganjalan dan memperlambat kelancaran bisnis. Hal tersebut dapat menyebabkan cash flow (arus kas) jadi tersendat, padahal sebagai pengusaha, pembayaran cash adalah hal yang sangat penting. Ketika pembayaran cash masuk tidak lancar, proses bisnis menjadi terganggu, seperti pembelian stok barang, pembayaran berbagai macam biaya, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan cara yang tepat dalam menangani piutang macet.

Langkah Mudah Mencegah Piutang Tak Tertagih

  1. Penagihan secara Intensif dan Terus Menerus

Untuk melakukan pencegahan piutang dengan mengurangi terjadinya piutang tak tertagih atau lewat jatuh tempo. Maka perusahaan secara konsisten harus melakukan penagihan secara terus menerus. Sebagai penagih piutang, perusahaan harus tahu bahwa ada begitu banyak alasan dan cara yang digunakan oleh pemilik utang untuk tidak atau menunda membayar tagihan.

Oleh karena itu, perusahaan harus menyiapkan tim penagih yang khusus untuk menangani masalah ini, termasuk dengan menyiapkan penagih lapangan yang akan menagih piutang usaha. Jika sebelumnya penagihan hanya dilakukan melalui telepon atau email maka kini saatnya bagi perusahaan untuk melakukan penagihan ke alamat toko atau alamat kedua dari customer. Tapi perlu diingat juga bahwa penagihan ini harus tetap dilakukan dengan sopan dan sesuai peraturan yang berlaku

  1. Menentukan kebijakan piutang secara ketat

Untuk mengendalikan piutang usaha, perusahaan harus membuat dan memberlakukan kebijakan kredit  atau piutang yang lebih ketat. Misalkan saja jika di ketentuan yang sebelumnya, jatuh tempo setiap kredit milik pelanggan memiliki jangka waktu sekitar 30 hari atau bahkan ada yang 45 hari. Maka untuk melakukan pengendalian piutang, perusahaan harus mempersingkat lama waktu jatuh tempo menjadi 15 atau 20 hari.

Kebijakan ini mungkin akan membuat perusahaan kehilangan beberapa pelanggan atau konsumen yang terbiasa melakukan kredit dengan periode jatuh tempo yang agak lama. Tapi setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra, dan perusahaan harus memilih antara menjaga kondisi finansial perusahaan atau mempermudah konsumen. Intinya, perusahaan harus melakukan evaluasi kebijakan kredit untuk melakukan pengendalian piutang usaha agar mendapatkan perputaran uang ang baik.

  1. Hanya terima Pembayaran secara tunai

Setali tiga uang dengan poin kedua, perusahaan bisa saja menghapus pembelian secara kredit dan fokus pada pembelian tunai. Pilihan yang ketiga ini mungkin akan membuat konsumen merasa tidak nyaman, namun dengan adanya pemberitahuan dan usaha untuk tetap menjaga atau bahkan meningkatkan kualitas produk dan layanan pasti konsumen akan tetap menjatuhkan pilihan pada produk di perusahaan anda.

Untuk meminimalkan terjadinya piutang yang tidak tertagih agar lebih terarah maka perusahaan lebih memahami bagaimana caranya melakukan manajemen piutang. Sehingga resiko terjadinya piutang yang tidak tertagih tersebut bisa diminimalkan bahkan dihindari tentunya. 

  1. Memisahkan Pencatatan dengan bagian piutang dan kas

Menghindari terjadinya penyelewengan akun piutang oleh bagian internal caranya adalah dengan memisahkan antara bagian pencatatan dengan bagian piutang dan kas. Jika bagian piutang digabungkan bersama bagian pencatatan dan bagian penerimaan kas dikhawatirkan memberikan peluang untuk melakukan kecurangan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share disosial media Anda agar Anda mendapatkan manfaatnya. Karena sebaik –baik nya ilmu adalah berbagi.

Salam Let’s #beefree