Pengertian dan Contoh Invoice Bagi Perusahaan

pengertian-dan-contoh-invoice-bagi-perusahaan-image

Invoice adalah surat penagihan yang dikeluarkan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli atau dalam hal ini pelanggan sesuai kesepakatan yang tertera di Purchase Order. Atau yang lebih dikenal dengan surat pemesanan yang dikeluarkan setelah terjadi booking atau pesanan antara penjual dengan pembeli. Invoice berisi rincian dari setiap barang atau produk yang ditawarkan dengan harga sesuai kesepakatan PO.

Masyarakat umum Indonesia lebih mengenal faktur daripada invoice. Sebagaimana termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa faktur merupakan daftar kiriman barang yang dilengkapi dengan keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar oleh pelanggan. Faktur juga bisa diartikan sebagai perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada konsumen.

Semua yang terlibat dalam bisnis baik perdagangan produk, jasa atau yang lainnya pasti membutuhkan invoice. Di perusahaan jasa invoice biasa disebut dengan Notice atau kwitansi. Invoice ini merupakan bukti transaksi antara penjual dan konsumen.

Cara Membuat Invoice

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan Invoice atau Faktur, diantaranya:

1. Invoice atau faktur dibuat sesuai dengan barang yang telah terjual atau diterima oleh konsumen. Hal ini untuk meminimalisir transaksi penolakan yang dilakukan oleh konsumen pada saat barang yang telah dikirim telah diterima. Oleh sebab itu invoice ini dibuat setelah proses pengiriman ditandatangani oleh konsumen.

2. Satu kali transaksi yang dilakukan oleh konsumen dapat dituliskan dalam satu kali transaksi (satu kali Do/Sj). Dan dapat juga dituliskan transaksi secara bertahap (beberapa kali Do/Sj). Beberapa perusahaan menetapkan untuk setiap pembayaran dari setiap transaksi yang terjadi, maka pembayaran akan dilakukan setelah proses pemesanan telah dilaksanakan.

Dan apabila terdapat beberapa kali transaki maka invoice atau faktur akan dibuat secara keseluruhan. Dalam hal ini pencatatan yang detail terkait rincian pembelian sangat dibutuhkan baik bagi konsumen maupun penjual.

Pembiasaan dalam pembuatan invoice akan membantu para pelaku bisnis untuk memantau buku piutang, karena dengan adanya invoice akan mampu memantau piutang perusahaan. Dalam prosedur internal kontrol system akuntansi metode manual disarankan untuk membuat invoice dengan nomor urut cetak.

Namun akhir-akhir ini banyak para pelaku bisnis yang membuat invoice atau faktur dengan system komputerisasi. Kelebihannya adalah ketika mencetak urutan dengan system komputerisasi tidak akan terjadi pencetakan nomor urut ganda.

Bila menggunakan nomor urut secara manual maka pencetakan nomor urut ganda akan mudah sekali terjadi sehingga bisa menimbulkan kerugian terhadap perusahaan. Contoh pembuatan invoice atau faktur harus memuat :

  1. Tujuan penagihan (konsumen atau pelanggan)

  2. Identitas penagih (perusahaan atau Lembaga yang mengelurakan)

  3. Nomor invoice atau nomor surat pemesanan yang berkaitan dengan invoice.

  4. List barang yang dibeli oleh konsumen.

  5. Jumlah pajak atau jumlah pembayaran.

  6. Tujuan pembayaran berupa detail nomor rekening dan bank perusahaan.

Dibawah ini merupakan contoh pembuatan invoice.

nota-invoice-penjualan

Invoice atau faktur juga terdapat beberapa macam, seperti invoice biasa adalah invoice yang dipakai pelaku bisnis pada umunya seperti kwitansi, invoice proforma adalah invoice sementara yang diberikan pengusaha kepada konsumen sebelum barang atau produk diterima secara keseluruhan.

sserta invoice konsuler adalah invoice yang dilakukan jika pengusaha melibatkan pasar luar negeri dalam proses transaksi penjualan atau pembelian produk dijual ke luar negeri.

Semoga artikel ini dapat membantu bisnis Anda. Dan jangan lupa untuk meng-share artikel ini ke sosial media Anda ya. Agar teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Terimakasih. Salam Let’s #beefree.