Pengertian Dan Contoh Laporan Laba Rugi

pengertian-dan-contoh-laporan-laba-rugi-akuntansi-photo

Banyak pertanyaan di benak pebisnis mungkin juga termasuk Anda ketika dihadapkan dengan laporan laba rugi, bahasa inggrisnya income statement. Apa itu laporan laba rugi atau Profit and Loss Statement? 

Menurut Professor James C. Van Horne dari Universitas Stanford dan Professor John M. Wachowicz,Jr. dari Universitas Tennessee dalam buku mereka “Fundamentals of Financial Management” laporan laba rugi merupakan ringkasan dari pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu, diakhiri dengan keuntungan atau kerugian bersih di periode tersebut.

Laporan laba rugi digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam suatu periode. Dari laporan itu Anda bisa mengukur profitabilitas, nilai investasi, dan seberapa besar kelayakan kredit dari suatu perusahaan. Selain itu Anda juga bisa memprediksi kapasitas perusahaan Anda dalam menghasilkan arus kas dengan aset atau sumber daya yang Anda miliki.

Sebuah laporan laba rugi yang lengkap, berdasarkan SAK (Standard Akuntansi Keuangan) mencakup pos pendapatan, pos laba rugi usaha, pos beban pinjaman, pos bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas, pos beban pajak, pos laba rugi dari aktivitas normal perusahaan, pos luar biasa, pos hak minoritas dan laba rugi bersih untuk periode berjalan.

Pertama Anda harus mengetahui apa itu laba bruto, bahasa inggrisnya gross profit. Yaitu laba yang dihasilkan dari penjualan di kurangi biaya untuk produk yang terjual atau biasa disebut harga pokok penjualan, bahasa inggrisnya cost of goods sold. Laba bruto sendiri mengindikasikan kemampuan Anda mengcover biaya produksi.

1

Lalu bagaimana dengan laba bersih, bahasa inggrisnya nett profit. Tentu dalam suatu usaha ada pos-pos pengeluaran lain diluar biaya produksi, expenses. Sederhananya expenses Anda bisa berupa biaya operasional atau beban operasi dan pajak (tarif pajak penghasilan misalnya).

2

Jadi kalau di breakdown sebelum Anda menghitung laba bersih, Anda bisa menghitung laba operasi dan laba sebelum pajak. Laba operasi didapatkan dari selisih laba bruto dengan beban operasi. Sedang laba sebelum pajak dihitung sebelum dipotong pajak penghasilan.

Secara sederhana laporan laba rugi dapat kita bagi dua bagian, yaitu header atau kop dan isi. Pada bagian kop bisa kita isi sejumlah informasi terkait usaha kita dan periode laporan, misal seperti nama perusahaan, logo, alamat dan sebagainya. Yang terpenting dalam header adalah periode laporannya.

Bagian isi laporan laba rugi sendiri memuat komponen-komponen yang mempengaruhi laba rugi usaha kita, misal komponen pendapatan, komponen harga pokok penjualan, komponen biaya dan hasil laporan. Untuk lebih jelasnya kita bahas masing-masing komponen tersebut:

1. Komponen Pendapatan.

Isinya seputar hasil kegiatan usaha kita yang menghasilkan pendapatan. Juga berisi hal-hal yang mempengaruhi penjualan seperti diskon dan retur barang misalnya, disesuaikan dengan bidang usaha Anda.

2. Komponen Harga Pokok Penjualan.

Isinya seputar biaya produksi, misal tarif listrik alat produksi, bahan baku produksi, gaji pegawai bagian produksi, promosi marketing dan lain-lain. Hal-hal tersebut harus diperhitungkan untuk menetapkan harga pokok penjualan dan margin penjualan untuk menghasilkan laba pada produksi suatu barang.

3. Komponen Biaya.

Biaya yang muncul dalam komponen ini adalah biaya-biaya non-produksi yang tidak muncul di HPP. Seperti sewa kantor, biaya internet, biaya penyusutan kantor dan biaya-biaya lain yang sifatnya administratif bukan produksi.

4. Hasil Laporan.

Ini adalah muara dari semua tadi. Berapapun angka yang dihasilkan harus di tunjukan. Karena dari sinilah kita bisa menentukan kebijakan untuk membuat kinerja dan produksifitasnya menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga usaha kita bisa bertahan lama dan maju.

Berikut adalah contoh laporan laba rugi sederhana:

membuat laporan laba rugi percabang apakah perlu?

Secara umum ada dua bentuk laporan laba rugi dipergunakan yaitu single step dan multiple step. Dalam bentuk single step, semua pendapatan dan keuntungan yang termasuk unsur operasi ditempatkan pada bagian awal laporan laba rugi, diikuti dengan seluruh beban dan kerugian yang termasuk kategori operasi.

Selisih antara total pendapatan dan keuntungan dan total beban dan kerugian menghasilkan laba operasi. Dalam bentuk multiple step kita memisahkan transaksi operasi dari transaksi non-operasi, juga membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan.

Pengungkapan laba operasional akan memperlihatkan perbedaan antara aktivitas biasa dengan aktivitas yang tidak biasa.Pembuatan laporan tentu harus di sesuaikan dengan bidang usaha Anda.

Membuat laporan laba rugi dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan effisien dengan software akuntansi. Dengan menggunakan software, Anda  tidak hanya diberi kemudahan dalam membuat semua jenis laporan yang Anda butuhkan.

Nah, Salah satu software akuntansi berbasis online (web base) adalah beecloud.id. Jika Anda ingin mencoba langsung saja klik coba gratis sekarang dibawah ini. Dan jangan lupa share artikel ini ke akun sosial media Anda agar teman Anda juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :