Pengertian dan Tujuan Digital Marketing yang Wajib Anda Ketahui

Tujuan digital marketing yang Anda lakukan harus mencakup lima hal, bisa disingkat dengan SMART – Specific, Marketable, Achievable, Relevant, dan Time Related. Selain itu, Anda juga harus membandingkan strategi Anda dengan para pesaing untuk memastikan bahwa yang Anda lakukan sudah tepat. Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing strategi yang harus diaplikasikan.

1. Meningkatkan penjualan

Hal ini tentu merupakan tujuan utama dari setiap kegiatan pemasaran karena tentunya mendatangkan keuntungan, serta mudah untuk diukur. Dengan menggunakan indikator performa atau KPI, Anda bisa mengukur seberapa besar kemajuan yang telah berjalan.

Selain itu, peningkatan penjualan juga bisa dibandingkan dengan perusahaan lain untuk menghindari kalah dalam persaingan. Contoh cara menetapkan target penjualan sesuai prinsip SMART adalah “Tingkatkan penjualan sebanyak 10% dari tahun 2015”.

2. Meningkatkan tingkat konversi

Dengan alat Google Analytics, Anda bisa melacak tercapai atau tidaknya target penjualan. Menetapkan  target dan melacak prosesnya dengan Google Analytics akan mempermudah dalam mengetahui dari mana saja pelanggan Anda, keyword pencarian produk, lokasi pembeli, dan lain-lain.

Dengan data ini, Anda bisa menetapkan target tingkat konversi seperti “Tingkatkan pencarian produk X sebanyak 25 persen sebelum bulan November 2015”.

3. Persentase pelanggan setia

Menggunakan perangkat online juga bisa membantu Anda mengetahui berapa banyak pelanggan yang kembali untuk menikmati jasa atau produk Anda. Mengetahui kesetiaan pelanggan tentu merupakan hal yang penting karena bisa menjadi tolok ukur seberapa efektif produk Anda dan seberapa besar kepuasan pelanggan.

Tetapkan target yang jelas seperti “Dapatkan pelanggan setia sebanyak 15 persen sebelum akhir tahun”

4. Lalu lintas organik

Yang dikenal dengan lalu lintas organik adalah kunjungan ke situs Anda yang murni dari hasil pencarian di mesin pencari. Dengan kata lain, ini adalah jumlah pengunjung situ yang benar-benar tertarik terhadap jasa atau produk yang Anda tawarkan.

Untuk mencapai hal ini, tentu saja dibutuhkan perubahan untuk membuat situ Anda lebih menarik. Selain itu, masukkan beberapa kata kunci atau keyword yang relevan terhadap produk-produk Anda sehingga orang bisa menemukannya. Anda juga bisa mempromosikan link atau tautan ke situs Anda.

5. Kurangi “bounce rate”

Bounce rate adalah orang yang mengunjungi situs Anda, namun langsung meninggalkannya dan tidak bertahan lebih lama untuk membuka berbagai halaman yang tersedia. Adanya pengunjung yang demikian tentunya membuat penilaian terhadap situs Anda tidak baik karena jika suatu situs cukup, biasanya orang akan menjelajahi lebih lama untuk membeli barang, melakukan kontak, atau mengunduh sesuatu.

Semakin rendah bounce rate di situs Anda, berarti semakin baik penilaian orang terhadap situs itu. Sebagai patokan, bounce rate di bawah sudah tergolong baik. Namun tentu saja rasio ini bisa berbeda antara satu bisnis dengan bisnis yang lain. Jika memungkinkan, tekan bounce rate hingga 30 persen atau di bawahnya.

6. Monetisasi konsumen yang sudah ada.

Mendapatkan konsumen baru tentunya lebih sulit dan memakan biaya daripada mempertahankan yang sudah ada. Jangan lupa untuk membuat promosi yang bertujuan menjual lebih banyak produk atau jasa kepada konsumen baru, namun perhatikan pentingnya mempertahankan konsumen yang selama ini setia.

7. Membangun komunitas

Seiring dengan berkembangnya sebuah produk atau jasa, pasti akan muncul basis konsumen yang setia. Anda harus menjadikan ini sebagai salah satu target agar kepercayaan masyarakat terhadap produk Anda semakin meningkat.

Dengan beberapa poin penting di atas, Anda bisa membuat strategi digital marketing yang paling relevan dengan target pasar Anda. Ada banyak taktik yang bisa diimplementasikan untuk mencapai target tertentu sehingga anggaran pun bisa disesuaikan.

Sebarkan manfaatnya :