Pengertian, Fungsinya Dan Jenis Faktur Pajak/ E-faktur Pajak

Kalau ngomongin soal pajak udah deh pasti yang tertanam di otak kita itu menakutkan dan ribet. Bagaimana tidak menakutkan salah sedikit saja bisa membuat bisnis Anda mengalami kebangkrutan. Tidak hanya sampai situ saja Anda juga bisa masuk penjara gara-gara pajak. Oleh karena itu mulai sekarang yuk belajar secara seksama mengenai pajak ini. Dan pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Faktur Pajak.

Pengertian Faktur Pajak

Faktur pajak adalah bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Jadi arti sederhananya seperti ini, ketika perusahaan Anda sudah PKP maka pada saat menjual suatu barang ataupun jasa Anda harus menerbitkan yang namanya faktur pajak. Faktur Pajak ini sebagai bukti jika Anda sudah memungut pajak dari customer/ orang yang membeli barang/jasa kepada Anda.

Dan satu lagi yang perlu Anda ingat bahwa barang atau jasa kena pajak yang diperjualbelikan tersebut telah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya. Dan Faktur Pajak harus dibuat oleh PKP untuk setiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud, dan ekspor JKP.

Sedangkan PKP itu sendiri adalah bisnis atau perusahaan ataupun pengusaha yang menyerahkan barang kena pajak/ JKP yang dikenai PPN (Pajak Pertambahan Nilai).  Dan untuk menjadi PKP Anda harus harus dikukuhkan terlebih dahulu oleh DJP, dengan beberapa persyaratan tertentu. Dan syarat-syarat tersebut adalah sbb;

  1. Harus memiliki pendapatan bruto (omzet) dalam 1 tahun buku mencapai Rp 4,8 miliar.
  2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP atau KP2KP tempat pendaftaran
  3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan PKP atau pengukuhan PKP

Dan permohonan ini bisa Anda ajukan ke KPP atau KP2P yang ada diwilayah kerjanya yaitu meliputi tempat tinggal, tempat kedudukan, atau tempat bisnis/usaha wajib Pajak.

Fungsinya Faktur Pajak

Fungsi dari faktur pajak yaitu sebagai bukti jika Anda telah menyetorkan dan melakukan pemugutan dan juga pelaporan SPT Massa PPN sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan jika terjadi kesalahan dalam pengisian faktur pajak, Anda dapat melakukan pembetulan faktur pajak tersebut. Jika pembetulan ini tidak dilakukan makan ini akan merugikan Anda pada saat auditor memeriksa pajak Anda.

Jenis-jenis Faktur Pajak

1. Faktur Pajak Keluaran

Faktur pajak keluaran adalah faktur pajak yang dibuat oleh Anda sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada saat melakukan penjualan barang atau jasa kena pajak ataupun barang kena pajak karena tergolong dalam barang mewah.

2. Faktur Pajak Masukan

Faktur pajak yang didapatkan oleh Anda ketika melakukan pembelian terhadap barang kena pajak atau jasa kena pajak dari PKP lainnya (customer).

3. Faktur Pajak Pengganti

Faktur pajak penggantian ini adalah penggantian atas faktur pajak yang telah terbit sebelumnya dikarenakan ada kesalahan pengisian, kecuali kesalahan pengisian NPWP. Sehingga, harus dilakukan pembetulan agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

4. Faktur Pajak Gabungan

Faktur pajak yang dibuat oleh Anda selaku PKP yang meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli barang kena pajak atau jasa kena pajak yang sama selama satu bulan kalender.

5. Faktur Pajak Digunggung

Faktur pajak yang tidak diisi dengan identitas pembeli, nama, dan tandatangan penjual yang hanya boleh dibuat oleh PKP Pedagang Eceran.

6. Faktur Pajak Cacat

Faktur pajak cacat adalah faktur pajak yang tidak diisi secara lengkap, jelas, benar, dan/atau tidak ditandatangani termasuk juga kesalahan dalam pengisian kode dan nomor seri. Faktur pajak cacat dapat dibetulkan dengan membuat faktur pajak pengganti.

7. Faktur Pajak Batal

Faktur pajak yang dibatalkan karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak juga harus dilakukan ketika ada kesalahan pengisian NPWP dalam faktur pajak.

Oh iya sampai lupa ada pula lho dokumen tertentu yang kedudukannya sama dengan faktur pajak. Contohnya seperti tagihan listrik, tagihan pemakaian air, tagihan telepon selular, dan lain sebagainya.

Dan mengenai faktur pajak ini kementerian keuangan menerbitkan peraturan yang menetapkan jika pengertian bentuk Faktur Pajak terbaru, yang terdiri dari bentuk elektronik atau e-Faktur dan tertulis (hardcopy) – PMK Nomor 151/PMK.011/2013.  Peraturannya sendiri ada beberapa yaitu;

  • Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik
  • Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak
  • Dan yang terakhir adalah keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik

Kalau E-Faktur ini Anda input satu persatu beh bisa-bisa seharian Anda hanya kerjanya hanya membuat e-faktur saja. Mungkin kalau transaksi Anda seharinya hanya 50 kebawah masih bisalah tapi kalau sudah 50 keatas apalagi ratusan. Bisa dibayangin sendiri gimana repotnya bukan?  kecuali nie Anda memang kerjaannya khusus cuma membuat e-faktur saja.

Oleh karena itu Anda perlu memiliki sistem akuntansi yang bisa langsung mencetak atau ekspor secara otomatis. Jadi dengan begitu Anda tidak perlu repot input satu persatu lagi secara manual. Tenang sudah ada kok sistem akuntansi yang bisa export e-faktur yaitu Beecloud.

Jika dijabarkan Terdapat beberapa menu pada Sistem Beecloud yang berguna untuk membuat file yang siap diimport ke program efaktur Pajak, antara lain sebagai berikut :
1. Ekspor Efaktur Item
2. Ekspor Efaktur Lawan Transaksi
3. Ekspor Efaktur Faktur Masukan
4. Ekspor Efaktur Retur Faktur Masukan
5. Ekspor Efaktur Faktur Keluaran
6. Ekspor Efaktur Retur Faktur Keluaran

Bagaimana menggiurkan bukan? kalau Anda penasaran dan ingin mencoba software Beecloud ini. langsung saja klik trial gratis dibawah ini.

Kesimpulan

Ingat Point-point penting di bawah ini:

  • Faktur Pajak juga sebagai bukti bahwa Anda telah melakukan penyetoran, pemungutan, dan pelaporan SPT Masa PPN sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Dan jika tejadi kesalahan dalam mengisi faktur pajak, Anda dapat melakukan pembetulan faktur pajak tersebut. Jika tidak dilakukan pembetulan akan merugikan Anda sendiri ketika ada pemeriksaan dari petugas pajak.
  • Dan Anda harus membuat e-Faktur sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik

Sekian Artikel dari saya semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare di akun sosial media Anda ya agar teman Anda juga mendapatkan maanfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki lho. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan koment dibawah. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :