Pengertian Pajak, Fungsi dan Jenisnya

pengertian-pajak-fungsi-dan-jenisnya-image

Secara umum pajak dapat diartikan sebagai iuran wajib dari rakyat kepada negara yang diatur oleh undang

undang dan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Seperti yang diungkapkan Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH dalam bukunya Mardiasmo (2011 : 1) :

“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra Prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.”

Iuran yang disebut pajak ini memiliki beberapa fungsi diantaranya ialah fungsi mengatur atau regulerend, fungsi anggaran atau budgetair, pemerataan dan stabilisasi.

Fungsi Mengatur (Regulerend)

Fungsi mengatur disini maksudnya adalah sebagai alat pengatur atau melaksanakan pemerintahan dalam bidang sosial dan ekonomi. Selain itu, pajak dapat digunakan sebagai pendorong kegiatan ekspor dalam hal ini contohnya adalah Pajak Ekspor Barang. Proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri bisa dilakukan dengan penerapan pajak misalnya Pajak Pertambahan Nilai.

Fungsi Budgetair

Pajak merupakan salah satu sumber pemasukan atau penerimaan anggaran yang paling utama. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan rutin pemerintah maupun pembangunan untuk masyarakat secara umum.

Fungsi Pemerataan dan Stabilisasi

Maksud dari fungsi pemerataan dan stabilisasi disini ialah pajak juga dapat digunakan untuk mengatasi inflasi dan deflasi serta sebagai pemerataan misalnya pada pajak distribusi yang bertujuan untuk menyeimbangkan serta menyesuaikan antara pembagian pendapatan dari berbagai sektor dengan kesejahteraan masyarakat.

Jenis Pajak yang Dipungut Pemerintah

1. Menurut Golongan

a. Pajak Langsung

Pajak langsung merupakan pajak yang harus ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain atau pihak lain. Pajak harus menjadi beban Wajib Pajak bersangkutan. Misalnya Pajak Bumi dan Penghasilan dan Pajak Penghasilan.

b. Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung ialah pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain atau pihak ketiga. Pajak tidak langsung terjadi jika terdapat suatu kegiatan, peristiwa atau perbuatan yang menyebabkan terutangnya pajak.

2. Menurut Lembaga Pemungut

a. Pajak Pusat (Pajak Negara)

Pajak negara merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara pada umumnya.

b. Pajak Daerah

Pajak ini dipungut oleh pemerintah daerah baik daerah tingkat I (pajak provinsi) maupun daerah tingkat II (pajak kabupaten/kota) dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah provinsi atau kota tersebut.

3. Menurut Sifat

Menurut sifatnya pajak dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

a. Pajak Subjektif

Pajak subjektif merupakan pajak yang pemungutannya memerhatikan keadaan atau kondisi pribadi Wajib Pajak atau pengenaan pajak yang memerhatikan keadaan subjeknya.

b. Pajak Objektif

Pajak objektif ialah pajak yang pemungutannya memerhatikan objeknya baik berupa benda, keadaan, perbuatan, atau peristiwa yang mengakibatkan timbulnya kewajiban membayar pajak, tanpa memerhatikan keadaan pribadi Wajib Pajak (Subjek Pajak) maupun tempat tinggal Wajib Pajak.

Kondisi dunia pajak yang menuntut partisipasi aktif wajib pajak dalam penyelenggaraannya membutuhkan kepatuhan wajib pajak yang tinggi. Kepatuhan yang dimaksud ialah kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban perpajakan yang sesuai kebenarannya yaitu yang telah diatur oleh undang-undang. Menurut Safri Nurmantu yang dikutip oleh Siti Kurnia Rahayu (2010:138), menyatakan bahwa:

“Kepatuhan perpajakan dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana Wajib Pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan melaksanakan hak perpajakannya.”

Semakin patuh wajib pajak memenuhi kewajiban pajaknya, maka akan semakin banyak pendapatan negara yang berimplikasi pada perbaikan pembangunan demi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat luas.

Bagaimana nieh sampai sini. Bingung atau paham hehe. Kalau yang namanya belajar Akuntansi ya beginilah mesti konsentrasi full hehehe.

Oh iya jangan lupa bagikan artikel ini ke sosial media Anda ya. Agar teman yang lainnya juga mendapatkan manfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :