Pengusaha Wajib Tahu Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan

pengusaha-wajib-tahu-cara-membuat-laporan-keuangan-perusahaan-photo

Menurut UU RI nomor 13 tahun 2003 pasal 5 disebutkan bahwa pengusaha merupakan orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri atau yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya serta berada di dalam atau di luar wilayah Indonesia.

Seorang pengusaha juga memiliki hak dan kewajiban sesuai UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, diantaranya yaitu : berhak atas hasil pekerjaan dan berhak untuk memerintah/mengatur tenaga kerja.

Sedangkan kewajibannya telah diatur dalam Pasal 6 KUH Dagang Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang dokumen perusahaan dan di dalam pasal 2 undang-undang nomor 8 tahun 1997 bahwa yang dikatakan dokumen perusahaan itu terdiri dari dokumen keuangan dan dokumen lainnya.

a. dokumen keuangan terdiri dari catatan (neraca tahunan, perhitungan laba, rekening, jurnal transaksi harian) dan b. dokumen lainnya terdiri dari data setiap tulisan yang berisi keterangan yang mempunyai nilai guna bagi perusahaan, meskipun tidak terkait langsung denagn dokumen keuangan.

Sebagai pengusaha yang baik tentunya harus mengikuti aturan main dalam menjalankan bisnis agar semakin dipercaya oleh para klien. Begitu pula ketika akan mengajukan dana untuk pengembangan bisnis kepada pihak ketiga semisal bank atau investor lain tentunya mereka akan melihat kinerja dan perjalanan bisnis yang telah di lewati.

Dengan melihat laporan keuangan yang telah di susun maka stakeholder dapat mengambil sikap terhadap perusahaan tersebut. Demikian juga ketika perusahaan mencapai prestasi yang baik, maka perlu dibuktikan dengan membuat laporan keuangan yang juga baik berdasarkan standar yang berlaku, begitu pun sebaliknya.

Laporan keuangan merupakan catatan atau informasi tentang keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersbut pada suatu periode akuntansi.

Apabila mengacu pada pasal 2 UU no.8 tahun 1997 maka dokumen keuangan yang wajib dibuat yaitu neraca tahunan, perhitungan laba, rekening, dan jurnal transaksi harian. Tentunya diperlukan juga catatan atau materi yang menjelaskan tentang laporan keuangan tersebut.

Setelah mengetahui latar belakang diwajibkannya membuat laporan keuangan bagi perusahaan, selanjutnya perlu bagi pengusaha untuk mengetahui secara umum unsur–unsur yang terdapat dalam laporan keuangan. Jika dirinci lebih detil, unsur yang terdapat dalam neraca yaitu aset, kewajiban dan ekuitas.

Dan dalam laporan laba–rugi terdapat unsur penghasilan dan beban. Sedangan dalam laporan arus kas akan ditunjukkan aliran masuk dan keluarnya uang (kas) perusahaan. Perubahan berbagai unsur dalam neraca dan laporan laba–rugi akan mencerminkan laporan keuangan dari perusahaan.

Dalam pembuatan laporan keuangan diperlukan catatan – catatan transaksi selama periode tertentu, misal : sebulan atau setahun. Karena itu, semua nota ataupun kwitansi yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran perusahaan baik cash maupun kredit harus disimpan dengan baik.

Selain itu, rencana pengeluaran juga perlu dibuat agar dana yang tersedia dapat dialokasikan dengan baik. Untuk pekerjaan ini diperlukan ketelitian dan konsistensi dari pembuat laporan keuangan.

Satu hal lagi yang juga penting dalam membuat laporan keuangan yaitu adanya pedoman dalam melaksanakannya, maka perlu dibuatkan standard operational procedur (SOP) untuk semua pekerjaan agar pekerjaan dilakukan secara sistematis. Selanjutnya, mulailah dituangkan dalam laporan keuangan dengan format yang telah diakui secara umum.

Jika beberapa tahun lalu laporan keuangan hanya dapat dibuat secara manual yang menghabiskan berlembar–lembar kertas, maka saat ini bisa menggunakan software yang mudah didapatkan secara bebas. Namun dasar–dasar tentang laporan keuangan wajib di ketahui agar dapat membaca laporan keuangan dengan benar.

Itulah sedikit penjelasan tentang wajibnya pengusaha untuk mengetahui cara membuat laporan keuangan perusahaan. Dan sebagai orang nomor satu di perusahaan memang seharusnya mengerti tentang laporan keuangan dan seluk-beluknya agar dapat bertindak cepat manakala terjadi masalah yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.

Dengan mengetahui cara membuat laporan keuangan serta dapat membacanya dengan benar maka akan mempermudah pengusaha untuk menyampaikan perkembangan perusahaan kepada stakeholder terkait.

Sekian Artikel dari saya semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare di akun sosial media Anda ya agar teman Anda juga mendapatkan maanfaatnya. Banyak berbagi banyak rejeki lho. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan koment dibawah. Terimakasih. Salam Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :