Penting, 5 Level Pengusaha untuk Menjadi Superhero !!

Anda bermimpi menciptakan banyak lapangan kerja untuk Masyarakat. Anda berfikir bahwa saat ini Anda sudah cukup sukses dalam bisnis Anda? Ternyata jadi pengusaha bukan hanya membuat usaha sendiri tetapi ada levelnya yang menentukan Anda pengusaha atau masih sebagai karyawan dengan pekerjaan berdagang.  

Dalam bukunya Bradley Sugar mendeskripsikan 5 level pengusaha untuk mengembangkan  bisnis. 

Seperti banyak kasus Mungkin kita pernah memperhatikan atau bahkan sedang mengalami, suatu kondisi dimana bisnis seseorang “gitu-gitu aja” bahkan setelah berjalan belasan tahun. Omset juga stagnan, klien tidak bertambah, project tidak stabil malah semua pekerjaan masih kita handle sendiri tanpa bisa didelegasikan kepada staff. Bisnis kan bukan sekedang dapat untung, tetapi memiliki sistem dan masa depan yang jelas. Jangan sampai Anda terjebak dalam sebagai pengusaha yang diperbudak oleh klien dan karyawan sendiri. 

Sangat perlu Anda ketahui Terdapat 5 level pengusaha, agar Anda dapat meningkatkan bisnis Anda dan tentunya pendapatan Anda :

1. Self employment
Level pertama sebagai entrepreneur ditandai dengan mempekerjakan diri sendiri. Semua pekerjaan di-handle sendiri. Mereka berprinsip : Jika bisa diselesaikan sendiri buat apa dibantu orang lain. Biasanya di Level pertama bekerja sebagai makelar, reseller dll.. tugasnya :
1. Bagaimana cara menjual barang jadi laku? Membuat produk terkenal..
2. Inventory stok barang yang ada.

2. Manajer
Sekarang sudah mulai memiliki beberapa karyawan, pekerjaan sudah mulai didelegasikan dan sistem pun mulai dirintis. Sebagian besar pebisnis di Indonesia berada pada level 2 ini. Alasannya karena ingin terus terlibat dengan bisnisnya, ada ikatan emosional, belum bisa mempercayai bawahan dan masih banyak lagi. Apa kah Anda masih berada disini? 

Tugas Anda di level 2, membuat 7 Divisi untuk mengerjakan bisnis Anda (dalam buku Principles of management, P C Tripathi):

a. Inventory (siapkan gudang lebih besar, stok lebih banyak) semua keuntungan masukan inventory.
b. Tim Sales dengan penjualan yang sama. Atau cabang yang menjual hal yang sama.
c. Admintrasi Accounting. Pastikan piutang anda, pengusaha harus ada utangnya menjadi modal, partner anda adala bank. Modal usaha diinventory.
d. Finance, keuangan memberikan ramalan omset 5bulan-6bulan kedepan. Jangan ada uang salah.
e. Produksi, pastikan harus ada.
f. Legal and Human resource, memastikan punya legalitas usaha. Merk di Hiki, perijinan SIUP, SNI, perjanjian kerja meliputi jobdesk dengan karyawan pastikan anda mengerti semua.
g. Technologi dan development, untuk RnD mengembangkan produk Anda baik marketingnya sampai produk. 

Setelah memiliki 7 divisi tersebut tunjuk seseorang yang memiliki pakar menghandle dan bertanggung jawab dimasing-masing divisi. Kemudian tunjuk General Manager (GM) membawahi 7 divisi tersebut.

3. Pemilik perusahaan
Pada tingkat ini Anda sudah bisa bersantai, karena semua pekerjaan sudah ada yang mengerjakan. Bisnis Anda memiliki sistem yang berjalan baik. Memiliki General Manager (GM) dan tim kerja yang bagus. Sudah tidak “menghasilkan uang”, tetapi “menerima LABA”. Tugas menghasilkan uang adalah tanggung jawab GM dan seluruh bawahannya. Dan Anda dapat menunjuk seorang Direktur diluar diri Anda untuk melaporkan semua kinerja semua bidang.  Orang yang diberikan kepercayaan tingkat tinggi. Replikanya sama seperti Anda. Performance seperti Anda dan membuat kinerja perusahaan bisa tetap naik.

4. Investor
Jika pada level sebelumnya kita masih fokus menjual barang dan jasa, maka pada level ini kita sudah melakukan JUAL BELI BISNIS. Prinsipnya adalah : Beli Bisnis, Kembangkan, Jual. Menghasilkan uang dengan uang. Fokus menggalang dana dari investor lain, setelah terkumpul banyak maka akan kita belikan sebuah perusahaan. Pada saat perusahaan tersebut berkembang pesat dan semua persyaratannya terpenuhi, maka JUAL KEMBALI. Keuntungan yang didapat bisa jadi sangat besar hingga ratusan kali dari modal awal yang kita keluarkan.

5. Entrepreneur
Membangun bisnis yang dapat dijual ke publik. Pengusaha kelas dunia seperti Bill Gates dengan Microsoftnya dan Mack Zuckerberg dengan Facebooknya, memperoleh kekayaan super besar bukan karena menjual produk namun mereka memperolehnya dari menjual perusahaan (saham) kepada masyarakat.

Ciri-ciri perusahaanya yang bisa dijual ke publik :

  • Perusahaan yang tidak menghindari pajak. Taat pajak dan tidak menilap pajak.
  • Perusahaan yang siap Audit, Kwitansi dan transaksinya sama. Harus sama?
  • Perusahaan besar, perusahaan yang layak masuk publik
  • Seberapa banyak produk diketahui masyarakat. Nama sahamnya JSMR (jasamarga), PGAS (gas), TLKM (Telkom),

Contohnya IPO (invesment public offering) penawaran saham perdana, Alibaba.com 35% yang dijual dengan keuntungan Jutaan Miliart.

Mindset : “Menciptakan sesuatu dari ketiadaan”. Pendapatan terbesar kita adalah dari nilai perusahaan yang terus tumbuh, bukan hanya dilihat dari penjualan dan laba yang didapat.

Bila Anda ingin menjadi sosok yang berkembang, Anda sangat perlu menambah pengetahuan anda mengenai berbagai hal untuk menjadi sukses dalam menjadi pengusaha dan kehidupan Anda. Jangan pernah malu untuk salah, tidak ada orang yang selalu salah berulang-ulang kali. Sukses selalu untuk Anda Boss Let’s #beefree

Sebarkan manfaatnya :