Pentingnya Memahami Piutang Dagang untuk Pelaku Usaha

pentingnya-memehami-piutang-dagang-untuk-pelaku-usaha-image

Tahukah anda Apa itu Piutang Dagang?

Sekilas pasti Anda tahu, jika piutang adalah memberikan utang kepada orang lain yang akan dibayar dengan waktu tertentu atau kapan-kapan saat pengutang memiliki uang. Dalam bisnis Anda apa jadinya kalau ada piutang dagang dengan periode waktu tidak jelas kapan pelunasannya? Bisa-bisa bisnis Anda diam ditempat kehabisan modal.

Piutang dagang sebenarnya merujuk pada piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan secara kredit. Piutang dicatat dengan mendebit akun piutang dagang. Piutang dagang semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relatif pendek, seperti 30 atau 60 hari sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar.

Lalu bagaimana dengan piutang usaha yang tak tertagih? Piutang usaha tak tertagih akan diakui sebagai kerugian piutang. Untuk menentukan kerugian piutang usaha dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode penghapusan langsung dan metode cadangan.

Metode penghapusan langsung, untuk metode ini tidak ada jurnal yang dibuat sampai suatu akun khusus telah ditetapkan secara pasti tidak tertagih. Kemudian kerugian tersebut dicatat dengan mengkredit Piutang Usaha dan mendebet Kerugian Piutang sebesar nilai perkiraan piutang yang tak tertagih.

Metode cadangan menggunakan estimasi atau perkiraan piutang tak tertagih dari semua penjualan kredit atau dari total piutang usaha yang beredar. Perusahaan setiap akhir tahun harus menentukan berapa estimasi besarnya piutang tak tertagih yang akan diakui  dan dilaporkan sebagai kerugian piutang pada periode berjalan. Penghitungan estimasi ini biasanya dibuat atas dasar presentase penjualan atau presentase piutang yang beredar.

Untuk mengantisipasi Piutang Dagang yang mengganggu operasional bisnis, biasanya perusahaan besar memiliki berbagai macam department untuk mengontrol piutang dagang. Seperti :

  • Bagian keuangan atau akunting, untuk melakukan pencatatan nominal beban kerugian dan keuntungan yang akan di tanggung dan mengantur jadwal jatuh tempo pembayaran.
  • Bagian operasional, untuk mengontrol kestabilan perusahaan saat melakukan proses piutang.
  • Bagian penjualan & pemasaran, untuk menjadi jembatan antara perusahaan dan debitur atau customer yang akan diberikan piutang dagang dan melakukan penagihan piutang.
  • Sampai level yang paling tinggi baik dicabang-cabang maupun kantor pusat, untuk mengawasi semua proses piutang dengan cara memberikan persetujuan piutang dagang.

Waah.. banyak ya perusahaan besar lakukan untuk mencegah terjadi piutang menyandat. Tenang, sebagai pelaku usaha kecil atau menengah Anda tidak perlu khawatir lagi. Anda dapat melakukan pekerjaan semua bagian itu  dengan memudah menggunakan fitur piutang yang terdapat di software akuntansi, seperti ini :

Sistem piutang beecloud

Dengan menggunakan ini, Anda telah melakukan penjadwalan jatuh tempo dan remindernya; memberikan batasan limited piutang per customer sesuai dengan keinginan; membuat pengarsipan nota rapi dan memiliki rekapan piutang customer up to date.

Sekarang Anda lebih paham mengenai apa saja yang harus dilakukan dan terapkan untuk menciptakan kondisi operasional lancar, cash flow stabil dengan lebih mengontrol piutang dagang. Selamat mencoba 🙂

Sebarkan manfaatnya :