Siapkan 5 Hal Ini untuk Perusahaan Saat Musim Pajak

Berdasarkan Undang-Undang yang ada di Negara Indonesia, tentunya Anda mengetahui bahwa pajak harus dibayarkan oleh semua anggota masyarakat Indonesia. Meskipun tidak mendapat timbal balik secara langsung, adanya pajak bisa membuat kehidupan bernegara menjadi lebih nyaman dan terjamin. Karena membawa keuntungan dan kenyamanan bagi kita sendiri, maka sangat disarankan untuk membayar pajak tepat waktu dan sesuai ketentuan.

Bulan Januari hingga April setiap tahunnya menjadi rentang waktu untuk melaporkan pajak bagi pribadi maupun perusahaan. Siapa pun hendaknya membayar pajak tepat waktu, tanpa terkecuali. Membayar pajak tepat waktu juga penting dilakukan untuk menghindari terkena denda atau sanksi yang lainnya. Jika pelanggaran sudah parah, bisa berarti perusahaan harus berhenti beroperasi. Untuk menghindari terjadinya hal ini, sebaiknya Anda mempersiapkan beberapa hal menjelang musim pajak.

1. NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak merupakan nomor yang dimiliki oleh setiap wajib pajak sebagai identitas diri dalam setiap kegiatan perpajakan. Untuk melancarkan proses perpajakan ke depannya, sebaiknya Anda mempersiapkan NPWP dari awal. Jika belum memilikinya, daftarkan diri Anda untuk mendapatkan NPWP di kantor pelayanan pajak. Syarat pembuatan NPWP sangat mudah dan tidak merepotkan, hanya membutuhkan fotokopi KTP dan surat pernyataan bahwa Anda benar-benar menjalankan usaha di wilayah setempat.

2. SPT

Hal yang tak kalah penting untuk dipersiapkan dalam peerpajakan adalah SPT. Jika sudah memiliki NPWP, berarti Anda wajib melaporkan SPT. Kelalaian seperti tidak melaporkan SPT tepat waktu bisa berarti mendapatkan sanksi berupa denda. Ada dua jenis SPT, yaitu SPT tahunan (dilaporkan setiap akhir tahun pajak) dan SPT masa (dilaporkan setiap bulan). Pengisian SPT harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Cermati dengan sungguh-sungguh untuk menghindari masalah.

3. Pembukuan

Pembukuan bisnis dalam hal perpajakan berarti proses pencatatan untuk mengumpulkan data maupun informasi keuangan mencakup penghasilan, biaya, perolehan, dan modal. Setiap tahun pajak berakhir, harus ada suatu pembukuan yang mengandung neraca serta laporan laba rugi.

Beberapa syarat pembukuan yang harus dipatuhi yaitu memiliki itikad baik, sesuai dengan keadaan sebenarnya, ditulis menggunakan huruf Latin dan angka Arab, menggunakan Bahasa Indonesia atau Inggris, serta setidaknya mencakup rincian mengenai harta, kewajiban, modal, penghasilan, biaya, penjualan, dan pembelian.

4. Aneka dokumen pendukung

Selain tiga hal yang telah disebutkan dan dijelaskan sebelumnya, bisnis Anda juga harus mempersiapkan beberapa dokumen penting lainnya. Contohnya jika perusahaan Anda berupa sebuah organisasi, Anda juga harus menyiapkan laporan keuangan, bukti pembayaran pajak, bukti pemungutan, surat tagihan, serta formulir SPT. Jenis dokumen tambahan yang perlu disiapkan ini bervariasi tergantung dari jenis usaha Anda. Periksalah aturan yang berlaku untuk mengetahuinya secara pasti.

5. Uang

Dalam menghadapi musim pajak, pada beberapa kesempatan Anda akan perlu menyiapkan uang. Jika kewajiban membayar pajak Anda masih sedikit, mungkin tidak begitu penting untuk menyiapkan uang. Namun jika jumlah pajak terutang yang dimiliki perusahaan Anda termasuk besar, tentu saja harus disiapkan sejumlah uang untuk melunasinya. Anda sebaiknya siap sedia dari awal karena kegagalan membayar pajak sesuai dengan jumlah tertagih akan berakibat membayar denda atau mendapatkan sanksi yang lebih berat.

 

Jika dipersiapkan dengan baik, kelima hal yang telah disebutkan di atas akan membantu Anda menghindari masalah dalam hal pembayaran pajak. Untuk berjaga-jaga, siapkan juga berbagai dokumen pendukung seperti laporan keuangan perusahaan, faktur pajak, dan lain sebagainya. Saat ini, Anda bisa dengan lebih mudah membuat laporan perpajakan karena banyaknya perangkat lunak yang bisa digunakan. Selalu ingat bahwa ketaatan membayar pajak juga akan membawa pengaruh baik bagi perusahaan yang Anda jalankan.

Sebarkan manfaatnya :