Strategi Membangun Super Team yang Powerful

Suatu hal yang sangat diinginkan seorang pengusaha adalah memiliki karyawan yang teratur. Dalam artian, semua karyawan mengerjakan tugas mereka dengan baik dan benar. Meski sudah terdapat jobdesc, namun tetap ada saja karyawan yang tidak teratur..

Kita semua tahu, bahwa mencari karyawan yang teratur bukan hal yang mudah. Wajar, setiap manusia memang selalu melakukan kesalahan. Namun bukan berarti kesalahan tersebut terjadi berulang-ulang.

Jangan nakal yaaa

Awas ya kalau nakal…

Sebuah mimpi seorang pengusaha, adalah memiliki usaha yang dapat mencapai kesuksesan. Namun semua terhalang karena faktor SDM (Sumber daya manusia).

Yang sering dialami seorang pengusaha dalam hal SDM adalah..

  • Karyawan Nakal, dalam artian mereka tidak menjalankan suatu SOP dengan baik dan benar. Sehingga kerjaan tidak teratur dan sistem kerja menjadi kacau.
  • Karyawan selalu keluar masuk, sering sekali ada karyawan yang baru masuk belum lama bekerja sudah keluar karena tidak betah. Atau budaya dalam perusahaan kurang menarik.
  • Dipandang negatif oleh perusahaan lain, adalah suatu hal yang sangat menjengkelkan ketika perusahaan lain atau bahkan kompetitor memandang perusahaan kita seakan negatif karena karyawan yang tidak teratur.

3 hal di atas merupakan sebuah ‘mimpi buruk’ yang sudah dipastikan tidak ingin terjadi di perusahaan siapapun.

Sebelum membahas solusi, mari kita bahas mengenai  penyebab dari permasalahan di atas. Ada baiknya bila suatu masalah, harus diselidiki asal usulnya. Tidak mungkin suatu masalah bisa terjadi tanpa ada penyebab yang jelas..

Mungkin yang menjadi akibat dari permasalahan tersebut, adalah sistem yang belum tertata. Maksudnya, sistem manajemen SDM belum terbangun dengan baik dan benar.

Sehingga menyebabkan sistem SDM menjadi amburadul..

Berikut ini saya akan share 5 Kesalahan Manajemen SDM yang Umum Terjadi menurut hasil analisa yang saya peroleh. Dari hasil ini diharapkan kita semua paham bahwa membangun super team adalah bukan hal yang mudah..

1. Terlalu cepat Merekrut.
Ketika ada sebuah posisi atau devisi baru yang dibuka dalam perusahaan kecil, itu berarti terjadi kekosongan karena ada karyawan yang resign. Oleh sebabitu perlu dilakukan perekrutan dengan segera agar bisnis tetap berjalan.

Tapi sayangnya banyak manajer perekrutan di perusahaan kecil yang langsung merasa mendapat tekanan besar sehingga tidak teliti dalam mempekerjakan seseorang. Kemungkinan orang tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan atau berkualitas namun diterima hanya agar posisi yang kosong bisa terisi.

2. Kurangnya Sumber Daya yang Cukup untuk Pelatihan.
Setelah merekrut karyawan, sudah menjadi hal yang wajib untuk melakukan pelatihan. Namun yang namanya pelatihan sangat membutuhkan waktu dan uang.

Tak sedikit perusahaan yang membuat kesalahan besar karena gagal melatih karyawan dengan benar. Akibatnya banyak karyawan yang tidak menjalankan SOP dengan baik dan benar.

3. Sembarangan Melakukan PHK.
Banyak sekali pengusaha yang memecat karyawan berdasarkan hubungan pribadi atau masalah personal lain yang tidak berhubungan dengan kinerja mereka. Apabila pemecatan dilakukan dengan alasan perusahaan tidak mampu membayar gaji mereka, maka Anda wajib untuk memeriksa faktor kinerja dan membuat keputusan logis.

Jika seorang karyawan perlu dipecat karena kinerja atau perilaku yang tidak baik, penting untuk mengesampingkan perasaan pribadi dan fokus pada pemenuhan kebutuhan bisnis terlebih dahulu.

4. Lupa memperbaiki Sistem Kompensasi.
Melihat bahwa setiap karyawan perlu menjalankan suatu tantangan baru dan pekerjaan yang bertambah tentu saja membutuhkan adanya suatu simultan ataupun daya tarik. Mengembangkan sistem kompensasi yang tepat dan efektif adalah suatu program yang harus dijalankan sejak awal.

5. Melupakan Jenjang Karir Karyawan.
Perusahaan banyak terbenam kepada pola kerja yang konsisten serta tidak terdapat pengembangan atas karir karyawan tersebut. Hal ini menyebabkan karir dan pengembangan karyawan menjadi stagnan dan tidak dapat berkembang secara maksimal.

Ciptakan sebuah inovasi baru agar Karir Karyawan Anda terkelola dengan baik. Dengan begitu karyawan Anda akan terus semangat menjalani pekerjaannya dengan baik dan benar.

 

Dari 5 Kesalahan tersebut sudah dapat disimpulkan bahwa majamenen SDM tergantung dari sebuah ‘Sistem’ yang tertata dengan baik dan benar..

Saran saya, dari sekarang mulailah membangun sistem yang benar agar karyawan Anda menjalani semua kerjaannya sesuai dengan jobdesc yang telah ditentukan.

Adapun beberapa tips yang akan saya berikan ini dijamin Anda akan mampu membangun Super Tim yang Anda inginkan..

Saya harap setelah Anda baca artikel ini, Anda langsung action tanpa menunda-nunda lagi…

3 Tips Membangun ‘Super Team’

1. Sesuaikan Karyawan dengan Passion dan Skill-set Mereka.
Semua orang pasti memiliki sebuah ‘Passion’ mereka sendiri. Hal yang harus Anda lakukan adalah memahami passion setiap karyawan Anda. Setelah Anda memahami, maka sesuaikan mereka yang berhubungan dengan passion mereka.

Kelihatannya mudah, tapi pada kenyataannya kegagalan terbesar sebuah bisnis datangnya dari penunjukkan key person yang tidak pas dengan key position. Mereka yang berada di tempat yang tepat akan mampu memperkuat dirinya sendiri untuk menjaga agar gairah mereka tetap stabil ketika keadaan menjadi sulit.

2. Tetap Jaga Hubungan Tim agar terus Erat.
Ada pepatah mengatakan, “Terlalu banyak koki akan merusak kaldu..”. Hal ini sering terjadi di start-up ketika awal membentuk tim. Banyaknya top-scorer dapat menyebabkan ide bagus menjadi terjepit.

Maka penting sekali mempertimbangkan ukuran dan keseimbangan tim Anda, terutama ketika tahapan pengambilan keputusan di awal. Sebuah tim perlu menyeimbangkan visi, mengembangkan produk, hukum, keuangan, sumber daya, pengembangan teknis dan model bisnis.

Hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah memiliki maksimal 3-4 orang dalam start-up Anda yang dapat mencakup semua peran-peran ini.

3. Berkumpulan dengan Para Ahli.
Cari mereka-mereka yang telah sukses dan mereka-mereka yang telah membuat kesalahan. Anda membutuhkan orang-orang yang telah berpengalaman di jalan yang akan Anda lalui.

Mereka dapat mengajarkan cara melompati rintangan, inisiatif jalur cepat, dan membantu Anda melihat hambatan masa depan yang bahkan keadaan kritis yang mungkin tidak pernah Anda lihat sebelumnya.

Rekomendasi Sistem yang Membantu Anda Mengelola Kegiatan SDM Anda…

Sebelum artikel ini ditutup, ada baiknya Anda membaca rekomendasi dari saya..

Sistem ini akan membantu Anda dalam mengelola kegiatan SDM Anda. Apalagi bagi Anda yang memegang bisnis perdagangan.

Memungkinkan para karyawan Anda bekerja sesuai dengan jobdesc mereka, sehingga apabila mereka melakukan yang tidak sesuai dengan pekerjaan mereka, maka Anda akan menerima laporan di Handphone Anda.

Namanya Beecloud, Bisnisnya Jalan, Bossnya Jalan-jalan…

Diciptakan untuk Anda seorang boss yang ingin jalan-jalan sambil ngontrol bisnis. Gak perlu khawatir mengenai karyawan Anda yang ‘nakal’ setiap kegiatan mereka terdapat Hak Akses yang bisa Anda atur sendiri..

Video Demonya bisa Anda tonton di bawah ini…

Video #1 Hak Akses di Beecloud

Video #2 Approval di Beecloud

 

Fitur lainnya bisa Anda cek di halaman berikut: https://www.beecloud.id/fitur/

Silahkan coba Sistem ini karena Anda bisa mencobanya selama 30 Hari…

Bila ada yang ingin ditanyakan mengenai sistem ini, Anda bisa menghubungi kami  dengan klik tombol berikut..

Semoga Bermanfaat

 

Sebarkan manfaatnya :