Strategi Perencanaan Produksi Perusahaan Manufaktur

Menunggu sampai Anda mendapatkan pesanan untuk memulai perencanaan produksi bisa menimbulkan masalah yang menurunkan kemampuan memproduksi, menghambat keuangan, hingga mengurangi konsumen. Perencanaan produksi yang dilaksanakan sebelum proses penjualan akan membantu Anda mengurangi stres, memangkas biaya, meningkatkan kualitas layanan, serta meningkatkan profit. Di bawah ini, ikuti alur strategi perencanaan produksi untuk perusahaan manufaktur yang efektif sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

1. Prediksi berapa banyak permintaan yang akan didapat.

Langkah pertama yang harus ditempuh dalam strategi perencanaan produksi adalah memprediksi permintaan yang akan Anda terima. Cara untuk melakukannya adalah menganalisis sejarah penjualan dan produksi selama satu hingga dua tahun terakhir untuk menentukan apakah akan ada kenaikan atau penurunan di masa yang akan datang. Miliki catatan target yang dibuat secara berkala baik dalam jangka waktu tiga bulanan, bulanan, maupun mingguan tergantung skala penjualan.

2. Perhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan suatu barang.

Beberapa langkah yang harus diperhitungkan waktunya adalah waktu untuk mengumpulkan bahan baku, waktu produksi, kapasitas penyimpanan, serta waktu pengiriman barang. Hal ini akan menghindariakn perusahaan Anda dari hambatan yang bisa menghadirkan masalah baru. Contohnya, Anda harus mempertimbangkan ruang penyimpanan yang ada sebelum memutuskan untuk memproduksi stok barang tambahan. 

Baca Juga: Kesalahan dalam Berbisnis yang Harus Anda Hindari

 

3. Rencanakan draft pertama perusahaan.

Berdasarkan perkiraan permintaan yang sudah Anda buat di awal, buatlah sebuah draft untuk proses produksi. Pertimbangkan hambatan yang mungkin muncul, serta masa peningkatan atau penurunan produksi.

Langkah ini bisa menguntungkan perusahaan Anda dari segi finansial. Contohnya, jika konsumen membuat pesanan satu kali dalam setahun, negosiasikan untuk mengirim barang dalam dua atau empat kali jalan sehingga akan mengurangi ongkos produksi dalam jumlah besar, serta menghemat kapasitas ruang penyimpanan.

4. Pertimbangkan biaya untuk gaji karyawan.

Pretty young woman with digital tablet in the electronics workshop

Faktor lain yang harus Anda pertimbangkan untuk proses produksi yang berlangsung lancar adalah jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk gaji karyawan. Cari cara untuk mengurangi perlunya membayar gaji tambahan. Sebagai contoh, jika Anda memprediksi konsumen akan memesan barang pada waktu tertentu, sediakan barang di tempat penyimpanan sehingga tidak perlu ada kerja lembur.

5. Laksanakan proses produksi.

Setelah langkah-langkah di atas terlaksana, saatnya mewujudnyatakan apa yang sudah direncanakan. Hal ini berarti memulai proses produksi sesuai rencana. Hal yang termasuk dalam proses pelaksanaan ini adalah pengumpulan bahan baku, pemberian instruksi, serta memastikan semua proses produksi berjalan sesuai rencana

Jika Anda sudah memiliki gambaran bagaimana proses pengiriman barang, cara pemesanan, aliran dana, dan kebutuhan tenaga kerja, maka Anda sudah siap untuk melaksanakan proses produksi. Pastikan semua aspek seperti kontrak yang berlaku, bahan baku, proses produksi, penyimpanan, pengiriman barang, serta penagihan sudah sesuai dengan apa yang direncanakan di awal.

6. Follow-up

Ini adalah langkah terakhir dari seluruh proses produksi dalam perusahaan manufaktur. Hal ini berkaitan dengan evaluasi dari semua hasil dan langkah yang telah ditempuh. Langkah follow-up bisa membantu Anda melacak serta mengatasi cacat produksi, hambatan, serta kekurangan lain yang mungkin ada dalam proses manufaktur dalam perusahaan. Dengan adanya follow-up, berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses produksi bisa ditanggulangi dan dicegah di masa depan.

Follow-up penting dilakukan saat ada kejadian yang tidak diduga, misalnya jika produksi menurun walaupun sudah dilaksanakan sesuai rencana dan jadwal. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi hal ini seperti kerusakan mesin, kekurangan bahan baku, kurangnya kinerja karyawan, dan lain-lain. Dengan adanya follow-up, hal ini bisa dihindari dan proses produksi yang belum berjalan bisa menjadi lebih baik.

Sebarkan manfaatnya :