Tips Mengelola Hutang dan Piutang yang Benar dan Tepat

Dalam dunia bisnis dan usaha, memiliki hutang dan piutang adalah hal yang biasa. Meminjam sejumlah modal untuk diputar kembali demi berjalannya roda perekonomian perusahaan atau bisnis sejatinya menjadi penting dan bisa dimaklumi oleh semua penggiat usaha. Tapi bagaimana caranya agar hutang ini tidak menjadi beban dikemudian hari. Tentu ada banyak pemikiran sebelum anda mengajukan hutang. Jika memang hutang ini diperlukan, tentu pengelolaannya harus dipikirkan secara matang agar nantinya bukan menjadi hambatan dalam kemajuan usaha. Lantas apa yang harus dilakukan pemilik hutang?

Perlu adanya laporang hutang piutang yang jelas dalam sebuah perusahaan atau unit usaha bisnis. Tentu pengelolaan hutang dan piutang yang tepat akan memberikan acuan yang jelas tentang hutang tersebut dan kapan akan dilunasi. Beberapa catatan yang harus dipersiapkan dalam mengelola hutang piutang yang baik dan benar adalah sebagai berikut:

1. Faktur Penjualan

Mempersiapkan faktur penjualan dalam pengelolaan hutang piutang perusahaan bisa digunakan untuk dasar pencatatan munculnya piutang dari sebuah transaksi penjualan kredit. Faktur Penjualan ini harus dilampiri dengan surat muat dan surat order pengiriman untuk mendukung pencatatan transaksi penjualan kredit.

2. Bukti kas masuk

Menyimpan bukti kas masuk digunakan sebagai dasar pencatatan saat berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang yang dilakukan oleh debitur. Surat pemberitahuan (remittance advice) adalah sumber utama yang valid sebagai bukti kas masuk ini.

3. Memo kredit

Dokumen memo kredit bisa digunakan untuk dasar pencatatan retur penjualan yang dikeluarkan oleh bagian order penjualan. Memo kredit menjadi sumber pencatatan retur penjualan jika dilampiri dengan laporan penerimaan barang oleh bagian penerimaan.

4. Bukti memorial

Sebuah bukti memorial atau Journal Voucher bisa digunakan sebagai dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum yang nantinya dikeluarkan oleh fungsi kredit dan memberikan otorisasi penghapusan pitung yang sudah tidak ditagih lagi. Bukti memorial nantinya dibuat sebagai dasar pencatatan penghapusan piutang.

Prinsip dasar dari pembuatan laporan hutang piutang ini adalah untuk mencatat mutasi hutang piutag perusahaan yang terjadi dari transaksi penjualan kredit, retur penjualan, penerimaan kas dari piutang, dan penghapusan piutang. Akuntansi hutang ini meliputi prosedur pencatatan distribusi pembelian berupa pengembalian barang yang dibeli dari yang bersangkutan.

Dalam pengelolaan hutang piutang yang baik dan benar, perlu adanya faktur penjualan, memo kredit, dan bukti memorial, sedangkan untuk dokumen sumber pencatatan hutang karena pengembalian barang, perlu adanya memo debit, dan laporan pengiriman barang. Ada dua jenis pencatatan piutang ke dalam buku pembantu piutang, yaitu metode konvensional yang memposting langsung ke dalam kartu piutang dan metode account payable procedure.

Untuk materi pencatatan dalam sistem akuntansi piutang adalah jurnal penjualan, jurnal retur penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal umum, dan juga kartu piutag dagang.

Memang semakin banyaknya kebutuhan bisnis dan pengembangan perusahaan membuat anda harus berhutang. Namun perlu dipertimbangkan lagi agar rasio hutang dan aset tidak lebih dari persentase 50%-30% dari pendapatan perusahaan. Jika angka ini bergeser ke angka yang lebih besar, anda bisa memberikan peringatan keras kepada bagian keuangan dan kesehatan perusahaan karena rasio hutang yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Ada bisa melakukan pengecekan finansial secara rutin dan mencatat dengan seksama semua pemasukan dan pengeluaran. Pengelolaan cash flow ini bisa menghindarkan anda dari beban hutan yang tidak disadari semakin besar dan membahayakan kondisi keuangan perusahaan.

 

Sebarkan manfaatnya :